Nusantara Satu Info
Nasional PEMILU POLITIK

PAN Ragu Dukung Ganjar, Lebih Condong ke Prabowo

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah kiri) bersama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (tengah kanan) menggelar konferensi pers usai melakukan pertemuan tertutup di Kertanegara 4, Jakarta, Sabtu (8/4/2023). (merdeka.com/Imam Buhori)

NSI.com – PARTAI Amanat Nasional (PAN) menyatakan sudah memiliki calon unggulan untuk pemilihan presiden (pilpres) 2024. Hal tersebut dikemukakan Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Fikri Yasin, bahwa Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subiyanto merupakan calon presiden pilihan. “Tentu calon presiden yang kita unggulkan saat ini yaitu Prabowo Subianto,” kata Fikri saat dihubungi, Senin (26/6/2023, seraya menambahkan, saat ini partainya belum memutuskan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) 2024.

Salah satu pertimbangannya, menurut Fikri, PDIP pernah menolak mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai capres 2024. Padahal saat itu PAN lebih dulu akan mengusung gubernur Jawa Tengah tersebut sebagai Capres. “Itu semua tidak lepas dari perjalanan panjang rencana koalisi KIB, karena saat kita menokohkan Ganjar, PDIP menolak Ganjar. Tapi setelah Ganjar menjadi tokoh yang sejajar dengan capres lain, baru PDIP mau mencalonkan,” ungkap Fikri.

Karena itu, dia mengatakan PAN masih mengkaji apakah akan berkoalisi dengan PDIP dan mendukung Ganjar atau tidak. Namun yang pasti saat ini, kata Fikri, pihaknya tengah menjalin komunikasi intens dengan Partai Gerindra, PKB, dan Partai Golkar. “Karena itu kita berpikir ulang (PDIP pernah tolak usung Ganjar). Ditambah saat ini kita sedang intens menjalin komunikasi dengan Gerindra, Golkar, dan PKB,” Fikri menegaskan.

Megawati Sindir PAN, PKB dan Golkar

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyindir pimpinan Partai Golkar, PAN, dan PKB terkait pencalonan Ganjar Pranomo sebagai capres 2024. Hal itu disampaikan Megawati saat berpidato di awal peringatan Bulan Bung Karno di Stadion GBK, Jakarta Pusat, Sabtu (24/6/2023). Saat itu, ketua umum Partai Golkar, PKB, dan PAN menghadiri undangan PDIP.

Awalnya, Megawati menyebut, ada parpol yang sudah pasti mendukung Ganjar seperti PPP, Hanura dan Perindo. “Jadi tadi saya katakan di belakang saya ini ada beberapa partai yang sudah pasti itu ada 3, dari PPP Ayo Pak Mardiono (Ketum PPP) berdiri, beliau nomor 1 ‘Bu saya sama-sama boleh enggak Bu? Boleh Pak,” ungkap Mega saat pidato.

Kemudian, Mega cerita Ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) yang ingin diajak berkoalisi. Lalu, ada Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo yang juga telah mendukung Ganjar. “Ada lagi ini abang saya ini desak-desak saja dari Partai Hanura yaitu Pak OSO, dia suka marah-marah ‘kenapa kamu enggak pernah ajak abang ya, ayo sinilah kalau mah ikut’ gitu. Yang ketiga, itu orangnya enggak ada salam dari Pak Hary Tanoe dari Perindo,” tuturnya.

Barulah Megawati menyebut, ada parpol yang masih mikir-mikir untuk mendukung Ganjar. Namun, ia tak masalah mengenai hal itu. “Kalau di sini ada 3 (Golkar, PAN, PKB) itu yang saya bilang ya katakan lagi, ah mikar-mikir dulu dah,” ujarnya. “Tuh bapak-bapak kan diketawain. Haha lho benar kan. Tapi ya saya bilang enggak papa mau ikut boleh, enggak ikut ya enggak papa, betul ndak? Merdeka!” ucap Megawati.

Bakal calon presiden Ganjar Pranowo Bersalaman dengan Politikus PDIP Trimedya Panjaitan. (Foto: Dokumentasi PDIP).

Sebelumnya, sejumlah elite PDIP begitu keras menentang Ganjar menjadi calon presiden dari partainya. Salah satu yang begitu keras adalah Trimedya Panjaitan. Bahkan politikus senior PDIP itu menyebut Ganjar Pranowo, sangat ambisius ingin menjadi calon presiden di Pemilu 2024. Dia mempertanyakan kinerja Ganjar selama menjabat gubernur Jawa Tengah. “Ganjar apa kinerjanya delapan tahun jadi gubernur selain main di medsos apa kinerjanya?” kata Trimedya Panjaitan dalam keterangannya, Rabu (1/6/2022).

“Tolong gambarkan track record Ganjar di DPR. Kemudian sebagai gubernur, selesaikan Wadas itu. Selesaikan rob itu, berapa jalan yang terbangun kemudian sekarang diramaikan kemiskinan di Jateng malah naik. Tolong masyarakat juga apple to apple memperbandingkan,” tegas Trimedya.

Bagi Trimedya langkah Ganjar yang bermanuver untuk nyapres di 2024 sudah kelewat batas. Bahkan, dalam istilah orang Jawa bisa disebut kemlinthi atau congkak. “Kalau kata orang Jawa, kemlinthi ya, sudah kemlinthi dia, harusnya sabar dulu dia jalankan tugasnya sebagai gubernur Jateng dia berinteraksi dengan kawan-kawan struktur di sana DPD DPC DPRD provinsi DPRD kab kota, itu baru,” ujar dia.

Wakil Ketua MKD DPR ini menyebut langkah Ganjar Pranowo terlalu terang-terangan menampilkan syahwat politik, tampak dari safarinya ke berbagai wilayah di Indonesia belakangan ini. Diketahui, Ganjar aktif keliling Indonesia mulai dari Sumut hingga Makassar, Sulawesi Selatan. “Ini kan kelihatan main semua, ke mana-mana semua jalan ke Medan ke Makassar, ya kita ketawa-ketawa saja pada saat PON Papua ada yang teriak Ganjar… Ganjar ya siapa orang Papua yang tahu Ganjar, kelihatan benar by design (sudah diatur) apalagi orang yang mengerti politik,” ungkap legislator dapil Sumut II ini.

Trimedya menekankan, seharusnya Ganjar sebagai salah satu kader yang tergolong lama, paham karakter PDIP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. “Dan bagi saya sebagai kader PDI Perjuangan, Ganjar tidak menghargai Ibu (Megawati),” tegas dia.

Sumber : Liputan6.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts