NSI.com, KALIMANTAN TIMUR – Pembangunan hunian pekerja kontruksi (HPK) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, saat ini progresnya sudah mencapai 71,06 persen atau sebanyak 16 dari 22 tower sudah selesai dibangun dan kini berdiri kokoh di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Hal tersebut dikemukakan, Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto bahwa dari target 22 rusun HPK yang dibangun, saat ini sudah 16 rusun yang sudah terbangun.
Ditambahkan Iwan, rusun itu hanya tinggal proses penyelesaoan kelistrikan dan pemasangan dinding dan toilet bagi pekerja. “Kami akan berupaya agar proses pembangunannya bisa segera diselesaikan secepatnya. Saat ini progresnya sudah mencapai 71,06 persen,” ujar Iwan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 18/12).
Lebih lanjut Iwan mengatakan, pembangunan rusun HPK yang dimulai sejak 29 Agustus 2022 ditargetkan selesai pada akhir Januari 2023 mendatang. Untuk pengerjaannya dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya Gedung dan PT. Adhi Karya (Persero) Tbk, KSO ini dengan nilai kontrak Rp567 miliar. Dalam pembangunan HPK, sambung Iwan, Kementerian PUPR menerapkan 3 kriteria pelaksanaan pembangunan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) atau Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST).
Pertama, adalah environmental atau lingkungan dengan menerapkan lean construction dan green construction. Kedua adalah social atau sosial yang bertujuan memberikan fasilitas yang lebih layak bagi para pekerja konstruksi yang membangun IKN. Ketiga adalah governance atau tata kelola perusahaan yakni membangun tata kelola konstruksi yang lebih rapi, sehat, efisiensi dan efektif. Dengan demikian, kata Iwan, pemanfaatan teknologi konstruksi modular, pada pembangunan HPK itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mencapai kriteria ESG tersebut dan menjadi prototipe lean and green construction di Indonesia.
Di kompleks Rusun HPK IKN, akan dibangun fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) seperti mesjid, mess hall, klinik, dan kantor perwakilan pengelola. “Setiap Rusun akan memiliki kamar tipe barak, untuk pekerja dilengkapi tempat tidur dan kamar mandi, sehingga para pekerja bisa tinggal dengan nyaman serta fokus dalam bekerja membangun infrastruktur di IKN Nusantara,” jelas Iwan.
Berdasarkan laporan, pembangunan HPK pada pertengahan Desember 2022, tercatat proses pekerjaan di lapangan difokuskan penyelesaian kelistrikan, pemasangan dinding dan toilet bagi pekerja serta persiapan struktur modular Rusun yang lain.
Sumber : JPNN.com | Editor : Redaksi NSI
