NSI.com, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mengapresiasi Partai Nasdem mendeklarasikan Anis rasyid Baswedan sebagai calon presiden (capres), karena sosok Anies figur yang pas, tepat, dan teruji kepemimpinannya ketika menjadi Gubernur DKI Jakarta. Di samping itu, Anies juga sejalan dengan kriteria dari internal Partai Demokrat.
Menyikapi hal itu, Deputi Badan Bappilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan, jika Anies dipasangan dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), maka elektabilitas pasangan tersebut diyakini merupakan yang tertinggi.
“Tercermin pada hasil berbagai lembaga survei yang menempatkan pasangan Anies-AHY yang paling diinginkan publik dengan elektabilitas tertinggi,” ujar Kamhar Lakumani, Senin (3/10).
Anies dan AHY, sambungnya, keduanya merupakan sosok cerdas, memiliki kompetensi, dan kualitas kepemimpinan yang memadai. Komunikasi keduanya juga terjalin baik, sehingga dapat menjadi pasangan yang saling melengkapi.
“Mereka berdua adalah figur yang paling pas merepresentasi aspirasi sebagian besar rakyat untuk perbaikan dan perubahan ke arah Indonesia yang lebih maju, demokratis, adil, dan sejahtera,” jelas Kamhar.
Saat meminpin Jakarta, Anies adalah sosok pemimpin dengan standar demokrasi dan kepemimpinan yang tinggi, dan berhasil menunaikan janji-janji kampanyenya.
“Pemimpin yang punya konsep, terukur dalam menyusun program serta kemampuan eksekusi yang baik yang telah membawa Jakarta menjadi kota kelas dunia. Bukan hasil pencitraan, tak perlu masuk gorong-gorong, tak perlu marah-marah,” ungkapnya.
Terkait peluangnya berkoalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Paloh tak menjawab secara tegas. “Baik dari PKS, teman kita Partai Demokrat, jujur saja dari apa perspektif yang saya pahami, apa yang saya pahami sebagai praktisi politisi, Insya Allah semuanya menyatukan pikiran, semangat, tekad, bersama dengan Nasdem, Insya Allah,” jawab singkat Surya terkait koalisi, Senin (3/10).
Adapun untuk memenangkan Anies sebagai presiden, hal tersebut membutuhkan strategi, kerja keras, dan kesabaran. Oleh karenanya, Paloh yakin Partai Nasdem akan mendapatkan pujian dan sanjungan dari sejumlah pihak. Namun, partainya juga dipastikan akan mendapatkan fitnah dan syirik.
“Untuk menang bagaimana? Nah ini pertanyaan jawabannya gampang, tetapi untuk merealisasikannya, nah ini diperlukan perenungan, diperlukan strategi, diperlukan kerja keras, diperlukan kesabaran,” tandas Paloh.
Sumber : Republika.com | Editor : Redaksi NSI
