NSI.com – KEPALA Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono mengungkapkan, pemerintah tengah mempersiapkan 3 hal terkait pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).
“Ada tiga hal yang kami persiapkan dalam rangka kita membangun kota IKN, Ibu Kota Negara Nusantara yang tidak hanya layak huni, tapi juga loveable, dicintai. Dan kami ingin agar di tahun 2024 nanti, akan terbentuk satu ekosistem menyeluruh dan juga membuat kota itu memang menjadi kota yang layak huni,” ungkap Bambang usai mengikuti rapat dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (04/10).
Bambang memaparkan, ketiga hal tersebut adalah rancangan peraturan pemerintah (RPP), terkait insentif bagi pelaku usaha dan investor yang akan melakukan usahanya di IKN, pembentukan Badan Usaha Milik Otorita IKN, serta pelaksanaan jajak pasar.
“Ada beberapa insentif fiskal dan nonfiskal yang kita rancang bersama-sama dengan Kementerian Investasi/BKPM, serta juga tim interdep [antarkementerian] dari [Kementerian Keuangan], dari Bappenas, dan dari kementerian terkait lainnya, untuk membuat para investor nanti dapat menanamkan modalnya, menanamkan usahanya, melakukan usaha di IKN Nusantara dengan sebaik-baiknya. Itu akan bermanfaat buat semua pihak, mereka yang bermukim di sana ataupun oleh pelaku usaha itu sendiri,” kata Bambang.
Terkait pembentukan Badan Usaha Milik Badan Otorita IKN, Bambang menjelaskan bahwa hal tersebut, merupakan tindak lanjut dari masukan berbagai pihak, berharap di IKN terdapat suatu lembaga yang diharapkan akan membantu kelincahan Badan Otorita IKN, dalam menciptakan iklim usaha yang baik dan berkelanjutan.
“Jadi kepengusahaan di dalam IKN Nusantara itu nanti akan ditangani oleh Badan Usaha Milik Otorita, yang nantinya tentu akan berpartner, melakukan deal-deal, melakukan strukturisasi, ataupun financial engineering bersama-sama dengan para investor dan pelaku usaha lainnya, dengan harapan agar ini dapat tercipta satu iklim usaha yang sangat baik dan juga keberlanjutannya. Jadi sustainability dari investment-nya juga akan kita perhatikan dengan baik ke depannya,” tuturnya.
Bambang lebih lanjut menegaskan, pihaknya akan melakukan jajak pasar (market sounding) sebagai kelanjutan dari sosialisasi peluang investasi, yang telah dilakukan Badan Otorita IKN bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), dimana Presiden Jokowi akan memimpin langsung jajak pasar ini.
“Mudah-mudahan pada pertengahan Oktober ini, kita akan lakukan itu dengan mengundang para potential investor, dan kita akan melakukan dialog satu forum yang ditunggu oleh banyak pihak, untuk mengetahui seberapa jauh kita sudah mempersiapkan apa-apa yang harus kita bangun, apa-apa yang kita harus upayakan agar iklim usaha, iklim investasi, dan kemudian juga yang paling penting adalah kota itu sendiri kita siapkan, sehingga nanti kita memiliki kota yang benar-benar green, smart, inklusif, resilience, dan sustainable ke depannya,” pungkas Bambang.
Sumber : Setkab RI | Editor : Redaksi NSI
