Nusantara Satu Info
IKN NUSANTARA Nasional

2024, Pemerintah Gelontorkan Rp 40,6 Triliun untuk Bangun IKN

Foto Pintu gerbang menuju proyek Istana Wakil Presiden di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Sepaku, Kaltim, Februari 2023. (ZAKARIAS DEMON DATON/KOMPAS.com)

NSI.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah telah menganggarkan Rp 40,6 triliun, untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di 2024. Anggaran tersebut tersebar di beberapa kementerian, baik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan lainnya. “Total keseluruhan IKN tahun depan kita anggarkan Rp 40,6 triliun. Itu termasuk untuk pembangunan bandara VVIP yang kemarin sudah diputuskan oleh Bapak Presiden,” ujarnya dalam konferensi pers RAPBN 2024 dan Nota Keuangan di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (16/8/2023).

Secara khusus pada Kementerian PUPR, anggaran pembangunan IKN untuk 2024 dialokasikan sebesar Rp 35,37 triliun. Kementerian ini menerima anggaran yang besar, karena mengerjakan pembangunan infrastruktur dasar, komplek pemerintahan, hingga perumahan ASN. Sri Mulyani pun meyakini pembangunan IKN akan berkelanjutan dari sisi pendanaan, bahkan ketika masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir pada tahun depan.

Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan, pembangunan IKN sejak awal memang dirancang untuk jangka panjang yakni hingga 2045. Maka pendanaannya juga sudah dirancang untuk tidak hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah. “Dalam jangka panjang, atau menengah panjang ini, tentu peranan non-APBN akan menjadi lebih besar,” katanya.

Ditambahkan Menkeu, Badan Otorita IKN juga sudah diminta untuk memetakan proyek-proyek, yang memungkinkan digarap bekerja sama dengan swasta atau melalui skema kerja sama, pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Dengan meningkatkan keterlibatan swasta dalam proyek pembangunan IKN, maka penggunaan anggaran negara pun akan semakin mengecil ke depannya. “Berbagai proyek bisa secara KPBU, sehingga dalam hal ini kepartisipasian atau penggunaan dari APBN-nya bisa lebih kecil dalam jangka pendek, dan kemudian bisa sesuai dengan kemampuan dari APBN ke depannya,” papar Sri Mulyani.

Sumber : Kompas.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts

PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 patriot88 patriot88 langit77 PATRIOT88 patriot88 slot gacor patriot88 patriot88 patriot88 patriot88 slot gacor