NSI.com, JAKARTA – Pemerintah telah mengubah daftar proyek strategis nasional (PSN), setelah ditetapkan Permenko Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022, sebagai program percepatan pembangunan pada kawasan strategis nasional Ibu Kota Nusantara (IKN) telah masuk ke dalam daftar.
Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo mengatakan, program pembangunan kawasan strategis nasional IKN dan infrastruktur pendukung IKN, masuk ke dalam daftar itu demi mendukung kelancaran pembangunannya. “IKN ditambahkan karena daerah inti ini membutuhkan lahan dan dalam hal ini bisa didukung Kementerian Keuangan, khususnya dari LMAN, sehingga ini harus kita dukung agar IKN benar-benar bisa di realisasikan sesuai arahan Pak Presiden,” kata Wahyu saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (23/12/2022).
Secara umum, kata Wahyu, terdapat 210 proyek dan 12 program yang termuat dalam daftar PSN terbaru itu. Ini termasuk daftar 10 proyek yang baru disertakan, ditambah 4 program yang disesuaikan secara nomenklaturnya. “Kriteria yang ditekankan pak presiden proyek ini harus selesai pada 2024, pengadaan tanah selesai, perizinan selesai, dan financial closing, serta seminimal mungkin gunakan APBN,” beber Wahyu.
Adapun 10 proyek baru yang dimaksud antara lain Pembangunan Pelabuhan Terminal Peti Kemas Muaro Jambi, Kawasan Industri Tanjung Sauh di Kepulauan Riau, Kawasan Industri Indonesia Pomalaa Industry Park di Sulawesi Tenggara, Kawasan Industri Motul di Sulawesi Tenggara, Kawasan Industri Kendari di Sulawesi Tenggara, Kawasan Industri Pulau Ladi di Kepulauan Riau, Kawasan Industri Pupuk Fakfak di Papua Barat, Bendungan Karangnongko di Jawa Tengah dan Jawa Timur, Pengembangan Lapangan Ubadari, CCUS dan Compression di Teluk Bintuni, serta Pengembangan Biofuel dari Metanol dan Etanol di Bojonegoro.
Sementara itu, 4 proyek atau program yang disesuaikan secara nomenklatur dalam daftar PSN, pertama pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta International Stadium – Kelapa Gading dan Velodrome – Manggarai. Kedua, pembangunan Kawasan Industri Teluk Bintuni dan Pengembangan Industri Methanol, Ammonia, dan Pemanfaatan Karbon dari hasil CCUS/CCS di Teluk Bintuni. Ketiga Program Ketenagalistrikan – Pembangunan PLTA Mentarang, dan keempat yakni Program Percepatan Pengembangan Wilayah – Pembangunan Kawasan Strategis Nasional Ibu Kota Negara dan Infrastruktur pendukung Ibu Kota Negara.
Totalnya, sebut Wahyu bahwa ada sebanyak 210 proyek dan 12 program sebagai PSN yang telah termuat dalam Permenko Nomor 21 Tahun 2022, dengan nilai investasinya mencapai Rp 5.746,4 triliun. “Nilai estimasi Rp 5.645,4 triliun. Intinya kita ingin semua proyek ini paling lambat 2024 dengan catatan proyek-proyek ini selesai pengadaan tanahnya perizinananya, dan juga sudah ada financingnya seperti apa,” tutur Wahyu.
Sumber : CNBC Indonesia | Editor : Redaksi NSI
