Nusantara Satu Info
HUKUM

Presiden Panggil Yusril ke Istana, Bahas Aspek Hukum IKN

Yusril Ihza Mahendra (Foto detikcom)

NSI.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil mantan Mensesneg dan juga Menkumhan, sekaligus Ketum PBB Yusril Ihza Mahendra ke Istana Presiden, Jakarta, Senin (12/9). Jokowi memanggil pengacara kondang ini, untuk membahas tentang aspek hukum mengenai keterlibatan swasta dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

“Hanya sedikit saja bicara tentang masalah IKN. Ya jadi apa yang kita bisa bantu. Beliau masalah apa namanya percepatan IKN ini supaya bisa jalan. Karena menyusul pembicaraan hampir enam bulan lalu. Pada waktu itu juga masalah IKN. Tentang keterlibatan dari pihak swasta yang berkeinginan untuk men-develop commercial area daripada IKN,” kata Yusril kepada wartawan usai ketemu presiden di Istana.

Jokowi mempersilakan Yusril untuk berbicara dengan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono. Detail mengenai masukan tentang aspek hukum IKN akan dibahas dalam pertemuan itu.

“Memang Pak Presiden membicarakan masalah legal aspect-nya kan semua peraturan UU sudah tersusun ya. Baik UU maupun PP. Kalau ada hal-hal lebih detail-detail yang memerlukan analisis atau pertimbangan hukum atau pun drafting, mungkin saya bisa membantu,” ujar Yusril.

Lebih lanjut Yusril mengatakan, minat swasta untuk terlibat dalam pembangunan IKN sangat tinggi. Menurut Yusril, pembangunan IKN memang bakal sulit, jika swasta tak dilibatkan.

“Itu sudah sejak 6 bulan lalu kami sampaikan ke presiden. Supaya tanpa swasta kan, susah mendevelop IKN ini. Tapi swasta itu menyadari bahwa pemerintah mungkin juga dengan APBN akan develop fasilitas perkantoran pemerintahan. Dan tentu akan dikerjakan oleh BUMN,” ujar Yusril, seraya mencontohkan keterlibatan pihak swasta dalam pembangunan kawasan di sekitar Jakarta, dimana pihak swasta paham dengan kebutuhan masyarakat.

“Tetapi untuk membangun kawasan permukiman, kawasan komersial supaya ibu kota ini tidak menjadi kota hantu dalam tanda kutip begitu, yang pengalaman membangun kota-kota itu kan sebenarnya swasta. Kita lihat di sekitar Jakarta ini banyak kota-kota baru yg dibangun oleh pihak swasta dan mereka sepertinya paham yang dibutuhkan masyarakat,” ujar Yusril.

Sumber : Detikcom | Editor : Redaksi NSI

Related posts