Nusantara Satu Info
IKN NUSANTARA Nasional

Menteri PUPR: Progres Pembangunan IKN Nusantara Capai 14 Persen

Presiden Jokowi meninjau pembangunan infrastruktur kawasan IKN, di Kab. Penajam Paser Utara, Kaltim, Selasa (25/10 - 2022) / Dok. Setkab.

NSI.com, JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, baru-baru ini meninjau progres pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hasilnya Basuki mengatakan, dari 31 paket dikerjakan kontraktor, konsultan manajemen konstruksi, dan supervisi, progres fisik infrastruktur IKN keseluruhan sudah mencapai 14 persen. Diantaranya meliputi pekerjaan land development, hunian pekerja, jalan logistik, jalan tol, embung dan drainase, intake air baku, kantor kementerian koordinator, sumbu kebangsaan, kompleks kantor, dan istana negara.

Adapun sejumlah proyek yang sempat di tinjau Menteri Basuki, yakni bangunan pemerintahan di kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara di antaranya pembangunan Sumbu Kebangsaan Tahap I meliputi Zona 1, Zona 2, Zona 3, Zona 4, dan Zona 5.  Ketika meninjau rumah susun (rusun) pekerja, Menteri Basuki meminta agar setiap unit rusun ditempati maksimal 8 pekerja, sehingga kamar lebih lega. Maka dari 22 tower rusun yang dibangun, bisa untuk menampung pekerja konstruksi sebanyak 14.000 orang.

Selanjutnya, Menteri Basuki meninjau progres pembangunan Intake Sungai Sepaku berkapasitas 3.000 liter per detik, yang akan dilengkapi dengan jaringan pipa transmisi untuk mendukung penyediaan air baku di IKN. Secara keseluruhan,  proses pembangunan telah berjalan baik sesuai dengan 3 prinsip utama, yakni untuk menjamin kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. “Visi Smart Forest City harus menjadi panduan dan orientasi kita bekerja. Hati-hati, harus seminimal mungkin menebang pohon dan mengupas tebing. Justru kita manfaatkan pohon dan tebing yang ada untuk lanskap view kawasan yang bagus,” kata Basuki dalam keterangan resminya, Minggu (5/2/2023).

Adapun, implementasinya dilakukan dengan membatasi secara ketat penebangan pohon yang betul-betul sesuai dengan rencana manfaat jalan dan tapak bangunan, serta mempertahankan bentang alam yang ada di lapangan seperti elevasi, kontur, posisi di bawah pengawasan ketat konsultan manajemen konstruksi dan supervisi pekerjaan.  Basuki berpesan agar kendaraan over dimension dan overload (ODOL) tidak melintas di area KIPP IKN. “Saya tegas soal ODOL, sudah ada aturannya. Kita harus memberi contoh yang baik, untuk truk angkut material jangan overload,” tegas Menteri Basuki.

Sumber : Bisnis.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts