NSI.com, JAKARTA – Dewan Pakar Partai Golkar memberi tenggat kepada Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, untuk segera mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dan mencari calon wakil presiden sampai Agustus 2023. Selin itu, Airlangga juga diminta untuk membentuk poros baru koalisi di Pilpres 2024. Permintaan itu tertuang dalam surat rekomendasi hasil rapat Dewan Pakar yang dikirim mereka ke Airlangga pada Senin (10/7). “Sekaligus menentukan pasangan cawapresnya sesegera mungkin, dengan batas waktu selambatnya sebelum bulan Agustus 2023 berakhir,” demikian bunyi rekomendasi dari dewan Pakar Golkar.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, TB Ace Hasan Syadzily menilai, rekomendasi Dewan Pakar membuka kemungkinan partainya membentuk poros koalisi yang lebih besar, di luar Koalisi Indonesia Bersatu (KIN). Golkar sejauh ini intens menjalin komunikasi dengan Partai Gerindra dan PKB. “Jadi artinya bisa jadi akan semakin memperluas koalisi besar, sebagaimana memang menjadi keinginan kita untuk membuat poros tersendiri itu,” ucap Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).
Ace lebih lanjut mengatakan, tenggat yang diberikan Dewan Pakar, akan tetap diserahkan kepada Airlangga. Hal itu sesuai rakernas partainya. “Kan hasil rakernas kemarin telah menetapkan bahwa memberikan mandat kepada Pak Airlangga untuk membangun komunikasi dan menentukan arah dari kebijakan pemilihan presiden,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketum Golkar Airlangga Hartarto membantah isu yang menyebutkan dirinya akan dilengserkan lewat Musyawarah Luar Biasa atau Munaslub Golkar. Ia menegaskan, Munaslub bukan mekanisme yang lumrah dilakukan di Partai Golkar. Menurutnya, pergantian ketua umum hanya dilakukan di musyawarah nasional yang digelar berkala. “Enggak ada, (rapat dewan pakar) agendanya bukan itu. Enggak ada itu (Munaslub untuk pergantian ketum),” kata Airlangga di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (10/7).
Airlangga juga menanggapi soal isu Munaslub, untuk mencopotnya dari status calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) Golkar di Pilpres 2024. Ia berkata penentuan capres masih menunggu dinamika di koalisi. “KIB tunggu dulu, sabar, sabar menanti,” ucap Airlangga.
Sumber : CNN Indonesia | Editor : Redaksi NSI
