NSI.com – KOMISI XI DPR RI resmi menyepakati dan mentapkan Filianingsih Hendarta sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), setelah melalui serangkaian Uji Kepatutan dan Kelayakan (fit and proper test) yang digelar di Ruang Rapat Komisi XI, Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2023). Keputusan tersebut diambil dalam rapat internal Komisi XI DPR RI yang diselenggarakan di hari dan tempat yang sama.
Sebagaimana dilansir dari laman dpr.go.id, bahwa Uji Kepatutan dan Kelayakan yang dilaksanakan mulai pukul 11.00 dan diakhiri pada 15.00 diikuti 2 calon yaitu Filianingsih Hendarta yang menjabat Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI dan Dwi Pranoto (Kepala Departemen Regional BI) itu, kemudian Fili sapaan akrab Filianingsing Hendarta yang dipilih oleh Komisi XI. Sebagaimana dikatakan Anggota Komisi XI DPR RI, Eriko Sotarduga bahwa keputusan itu diambil secara aklamasi dengan calon yang merupakan pilihan terbaik dari yang terbaik.
“Kalau memang mau berbicara jujur, calon yang sekarang ini memang yang terbaik dari yang terbaik. Jadi, memang ini lah yang terbaik di BI, diajukan oleh Bapak Presiden untuk kami pilih dua orang ini. Tadi jam 15.00 selesai semua dan jam 15.30 kami mengambil keputusan untuk memutuskan di antara dua (calon) ini kan harus ada dipilih. Yang dipilih secara aklamasi tadi oleh seluruh partai, yaitu Ibu Filianingsih,” ujar Eriko.
Lebih lanjut dikatakan Eriko, keputusan Komisi XI DPR RI ini akan segera dibahas pada Rapat Paripurna DPR RI bersama dengan seluruh anggota dewan. Namun, Legislator Dapil DKI Jakarta II ini belum bisa memastikan kapan rapat paripurna tersebut akan berlangsung. “Nanti akan dibawa dalam rapat paripurna yang kami juga belum mengetahui (jadwalnya). Kemungkinan nanti bersama-sama dengan penutupan (masa sidang) pada hari Kamis (16/2/2023) untuk nanti diambil keputusan secara resmi di rapat paripurna DPR RI,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Eriko menjelaskan bahwa pembahasan terkait digitalisasi yang ditawarkan oleh Filianingsih, menjadi salah satu daya tarik bagi Komisi XI DPR RI. Meskipun, ia tidak menampik bahwa masing-masing calon memiliki keunggulan. “Masing-masing punya keahlian, Bu Fili dengan sistem pembayaran (digital), begitu juga devisa dan lain-lain yang sudah sangat berpengalaman. Pak Dwi untuk urusan regional. Jadi masing-masing mengambil dari bidangnya. Tetapi dalam hal ini kan memang kami harus mengambil satu keputusan. Situasi saat ini, tadi berdasarkan perbincangan dengan teman-teman tadi semua, memang situasi sekarang ini kita harus mengakomodir generasi-generasi muda yang terkait dengan digitalisasi,” pungkas Eriko.
Dengan terpilihnya Filianingsih sebagai deputi Gubernur BI, akan menggantikan Dody Budi Waluyo yang segera habis masa tugasnya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia pada April 2023. Setelah mendapatkan persetujuan dari DPR RI melalui Rapat Paripurna, Deputi Gubernur BI terpilih akan ditetapkan melalui surat keputusan presiden, sebelum akhirnya dilakukan pelantikan oleh Mahkamah Agung. Perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur tahun 1963 ini diketahui telah lama mengabdi di bank sentral. Ia mulai berkarier sejak 1986, berarti sudah sekitar 37 tahun.

Sejumlah jabatan sebelumnya pernah diembannya, antara lain pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI tahun 2013-2015, lalu Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI pada periode 2015-2019. Kemudian menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sejak 2019, hingga akhirnya terpilih sebagai deputi Bank Indonesia.
Sebagai nahkoda Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Fili mengemban visi: menjadi satuan kerja yang kompeten dan kredibel dalam perumusan kebijakan dan pengawasan sistem pembayaran, untuk menciptakan industri sistem pembayaran yang aman, efisien, handal, lancar dan inklusif.
Fili dinilai berpengalaman dalam sistem pembayaran digital, lulusan sarjana di bidang Hukum Universitas Airlangga pada tahun 1985 dan mendapatkan gelar master di bidang Economics and Finance dari Boston University, Amerika Serikat pada tahun 1992. Saat mengikuti uji fit and proper test di DPR, Fili memaparkan visi dan misinya, mewujudkan perekonomian nasional yang tidak hanya berdaya tahan, tetapi juga progresif melalui akselerasi transformasi ekonomi dan keuangan digital yang efektif dan sinergis untuk kebangkitan Indonesia.
Untuk mewujudkan visi dan misi itu, Fili memiliki tiga program strategi, yaitu menjaga stabilitas moneter, mendorong pembiayaan yang inklusif, dan akselerasi transformasi ekonomi keuangan digital. “Visi dan misi yang kami sampaikan di awal tadi kami akan manifestasikan ke dalam tiga strategi,” kata Fili ketika mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI.
Editor : Redaksi NSI
