Nusantara Satu Info
PEMERINTAHAN POLITIK

DPR Pertanyakan Royalti Hilirisasi Batu Bara Digratiskan pada Perppu Cipta Kerja

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. Foto: Oji/nr

NSI.com – ANGGOTA Komisi VII DPR RI Mulyanto memertanyakan sikap pemerintah yang ingin menggratiskan royalti hilirisasi batu bara, melalui salah satu pasal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, jelas Mulyanto, seharusnya Pemerintah memberlakukan tarif royalti progresif ekspor batu bara, supaya tercipta keadilan antara pengusaha, pemerintah daerah dan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah tambang.

“Di tengah harga batubara yang tinggi, melejitkan kekayaan taipan batubara, Pemerintah bukannya menaikkan royalti ekspor batu bara, ini malah menerbitkan Perpu Ciptaker yang akan menerapkan royalti ‘nol persen’ untuk hilirisasi batu bara. Perppu ini malah menambah runyam dan makin tidak adil,” ujar Mulyanto sebagaimana dilansir dari laman dpr.go.id, pada Selasa (3/1/2022).

Oleh karenanya, Mulyanto meminta, agar Pemerintah meninjau ulang pasal royalti nol persen tersebut dan segera menerapkan royalti progresif, dimana besaran royalti meningkat secara progresif, bila harga batubara dunia tinggi. Tidak seperti sekarang ini, dimana royalti batubara flat sebesar 13,5 persen, bila harga batu bara acuan (HBA) sebesar USD90 per ton ke atas.

“Mestinya persentase angka royalti tersebut semakin tinggi, mengikuti kenaikan harga batubara. Misalnya royalti sebesar 15 persen bila HBA di atas USD150 per ton; lalu meningkat ketika harga di atas USD300 per ton; begitu juga ketika harga batubara mencapai angka USD400 per ton. Tidak flat sebesar 13,5 persen,” tegasnya.

Mulyanto menyebut rencana royalti nol persen hilirisasi batu bara ini, hanya akan menambah lebar ketimpangan pendapatan antara pengusaha, pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan ketentuan yang ada sekarang, sudah banyak kepala daerah penghasil batu bara yang mengeluh soal besaran dana bagi hasil (DBH). Apatah lagi, Pemerintah dengan Perpu Ciptaker berencana menggratiskan royalti hilirisasi batubara. Maka Daerah akan semakin menjerit dan ketimpangan akan semakin melebar.

“Dengan kondisi seperti sekarang saja, para pengusaha batubara sudah tajir-melintir, apalagi kalau diterapkan royalti nol persen. Mereka akan semakin berpesta menikmati SDA gratisan. Padahal konstitusi mengamanatkan, agar SDA karunia Tuhan ini digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” ungkap Mulyanto. Editor : Redaksi NSI

Related posts

PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 patriot88 patriot88 langit77 PATRIOT88 patriot88 slot gacor patriot88 patriot88 patriot88 patriot88 slot gacor