NSI.com, NUSA DUA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan pemenang ajang Digital Innovation Network, rangkaian acara G20 di Bali. Dari 100 startup peserta, terdapat 4 pemenang dari 5 kategori masing-masing terdiri dari 2 startup pemenang, serta 2 startup juara favorit. Ada 20 negara yang ikut pada acara itu, dimana Indonesia menyabet 5 penghargaan sekaligus dalam ajang tersebut.
“Ini membangun confidence bagi startup Indonesia, ternyata mereka berkompetisi dengan negara lain dan menang,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan saat ditemui di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Minggu (4/9).
Dalam kategori healthcare, dimenangkan startup asal Singapura, UCARE.AI dan Neurobots dari Brazil. Sedangkan dari kategori supply chain, dimenangkan startup asal Argentina, yaitu MOOVA dan startup asal Indonesia yaitu Sinbad.
Untuk kategori green and renewable energy, dimenangkan Xurya, startup asal Indonesia, serta startup asal Argentina, Uali. Dari kategori edutech, pemenang merupakan startup asal India yaitu Edubuk, serta startup asal Singapura Accredify.
Kategori yang kelima yaitu financial inclusivity dimenangkan startup asal Korea WireBarley dan Lendo, startup dari Saudi Arabia. Adapun pemenang favorit didominasi dari startup asal Indonesia. Di kategori healthcare, pemenangnya adalah NUSANTIC yang merupakan perusahaan rintisan asal Indonesia. Selain itu ada Qapsula startup dari Rusia.
Di kategori supply chain, pemenang favorit adalah Eunimart asal India dan FairSupply dari Australia. Sedangkan kategori green and renewable energy, pemenang favorit yaitu EINHUNDERT Energie GmbH asal Jerman dan MVL Labs asal Korea.
Pemenang favorit kategori edutech berasal dari Indonesia yaitu Cakap dan startup dari Turki Sarente Gameon. Terakhir, startup juara favorit kategori financial inclusivity dari Indonesia yaitu Komunal dan startup asal Saudi Arabia, Lendo.
Acara Digital Innovation Network ini, sambung Semuel, akan digelar kembali tahun depan di India, dan karena antusiasme peserta begitu besar, maka Kominfo berharap dapat membuat ajang yang sama setiap tahun, khusus untuk negara-negara ASEAN.
“Nanti kita akan membuat nama yang berbeda, tapi kita akan membuat yang sejenis dan lebih banyak mengkhususkan startup dari Indonesia,” tandasnya.
Sumber : Tempo.co | Editor : Redaksi NSI
