Nusantara Satu Info
POLITIK

Langkah Politiknya “Queen Maker” Jelang Pilpres 2024, Capres Mengerucut 2 Nama?

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, selaku pemegang hak prerogatif (kuasa penuh) atas pencalonan presiden di partainya, hingga kini belum memutuskan Capres yang akan diusung maju Pilpres 2024. Megawati masih menimbang-nimbang dinamika politik terkini.

Kendati demikian, sejumlah langkah mulai ditempuh Mega untuk mempersiapkan partainya menghadapi kontestasi pemilihan mendatang. Langkah Mega sebagai “queen maker” Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 pun dinanti-nantikan. Keputusan presiden kelima RI itu dinilai menjadi salah satu penentu peta politik ke depan.

Terkait hbal itu, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan, meski partainya belum menentukan arah koalisi dan mengumumkan nama capres, namun partainya tak tinggal diam. Hasto mengungkap, Megawati kini tengah memberikan bimbingan ke kader-kader PDI-P yang digadang-gadang menjadi calon presiden.

“Untuk pilpres, semua baru digembleng oleh Ibu Megawati. Kan (pendaftaran capres) masih Agustus tahun depan,” kata Hasto dalam keterangannya beberapa hari lalu.

Hasto tak menyebutkan detail soal penggemblengan capres dilakukan Megawati. Namun, dia mengeklaim, partainya punya banyak calon pemimpin, salah satunya dihasilkan lewat sekolah partai dan pendampingan oleh para kepala daerah yang telah berhasil.

“Kader PDI Perjuangan banyak. Ada Mas Bobby (Boby Nasution, Wali Kota Medan), Pak Rapidin (Ketua DPD PDI-P Sumut) juga kader hebat membawa kemajuan daerah,” ucap Hasto.

Terpisah, Ketua DPP PDI-P Ahmad Basarah mengatakan, partainya hingga kini memang belum memutuskan soal kerja sama politik maupun pencapresan Pemilu 2024. Dia mengatakan, Megawati masih akan melihat dinamika politik saat ini dan beberapa waktu ke depan. “Nah, dinamika politik itu yang akan menjadi dasar pertimbangan Ibu Mega, untuk menentukan siapa capresnya, siapa cawapresnya. Siapa saja parpol yang diajak kerja sama dalam gotong royong pilpres itu dan kapan akan diumumkan,” kata Basarah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Lanjut dikatakan Basarah, Megawati telah menugaskan Ketua DPP PDI-P Bidang Politik dan Keamanan, Puan Maharani untuk bersafari politik. Putri Megawati itu akan silaturahmi ke seluruh ketua umum parpol.

“PDI-P ingin menunjukkan bahwa Bu Mega adalah queen maker. Jadi ingin memberikan sinyal bahwa (capres PDI-P) ini hasil keputusan dan hasil didikan seorang Ibu Megawati,” kata Firman.  PDI-P saat ini sebenarnya telah mengantongi sejumlah nama capres. Hanya saja, nama-nama tersebut belum diumumkan ke publik. Ihwal penggemblengan capres yang sempat disinggung oleh Sekjen PDI-P, menurut Firman,untuk memastikan bahwa sosok tersebut betul-betul sesuai dengan figur pemimpin yang diinginkan Megawati.

“Kalau di PDI-P itu kan istilahnya harus tegak lurus, sistem komando. Ini untuk mencegah ada satu figur yang keluar dari selera Bu Mega, apakah itu selera pemikiran, selera attitude, maupun selera kecenderungan koalisi nantinya,” ucap Firman.

Penggemblengan capres PDI-P untuk menunjukkan bahwa partai pimpinan Megawati itu masih butuh waktu untuk menentukan nama capresnya. Sebagai partai yang memenuhi presidential threshold, Firman menilai wajar jika PDI-P tak buru-buru soal nama capres. Sebab, sebagai partai penguasa, bukan tidak mungkin keputusan PDI-P kelak akan menarik partai-partai lain bergabung, kendati diumumkan pada detik-detik terakhir pendaftaran capres.

“Penggembelengannya ini saya kira muatannya adalah agar nanti seluruh kader PDI-P solid di bawah orang ini, karena dia sudah direstui Bu Mega,” kata Firman.

Sejauh ini, menurut Firman, capres PDI-P masih berkutat pada dua nama, antara Puan Maharani atau Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sejak beberapa bulan terakhir, tampak upaya PDI-P mendongkrak elektabilitas Puan.

Namun, mantan Menteri Koordinator Bidang pembangungan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu, belum juga menunjukkan peningkatan elektabilitas signifikan. Oleh karenanya, lanjut Firman, waktu setahun ke depan masih akan dimanfaatkan oleh PDI-P untuk mendorong elektabilitas Puan, sembari mempertimbangkan nama lain yang elektabilitasnya lebih menjanjikan.

“Kalau (capres) diumumkan last minute, pasti akan memunculkan sosok yang elektabilitasnya tinggi,” kata Firman. “Tapi kalau dia munculkan tidak last minute, mungkin akan diupayakan untuk mencari sosok yang tidak terlalu tinggi elektabilitasnya, tapi masih bisa diupayakan dengan deal-deal politik,” tuturnya.

Sumber : Kompas.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts

PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 patriot88 patriot88 langit77 PATRIOT88 patriot88 slot gacor patriot88 patriot88 patriot88 patriot88 slot gacor