Nusantara Satu Info
Nasional

Pembangunan IKN Usung Konsep Green City, Cakup 6 Bidang Utama

Foto bersama pada Momen Hakteknas 2022. istimewa

JAKARTA – Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) diselenggarakan oleh Forum Dialog Nusantara (FDN) beberapa waktu lalu di Grand Ballroom 3, Hotel Pullman, Jl. MH.Thamrin Jakarta, sekaligus dijadikan ajang peluncuran buku “Pembangunan Ibu Kota Baru dan Stabilitas Politik Nasional” turut dilakukan.

Acara Hakteknas 2022 yang dibuka Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA, selaku Ketua Dewan Penasihat FDN, juga dihadiri sejumlah tokoh penting seperti Dr .Ir. Akbar Tandjung, Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto, M.Sc., Ph.D, Anggota DPR RI Abdul Kholik, Peneliti Senior BRIN Prof. Dr. Siti Zuhro, Pengamat Pertahanan Dr. Ir. Ade Muhammad, dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Ilham Habibie menekankan pentingnya pembangunan teknologi, khususnya teknologi dirgantara sebagai wujud kemajuan sebuah bangsa. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) juga harus bisa menjadi Kota Pintar yang Inovatif, Transformatif, dan Berkelanjutan.

Sesuai rencana, IKN akan dibangun dengan konsep green city, yang akan dipadukan dengan kota smartforestsustainable, dan blue. Selanjutnya, IKN juga akan menerapkan pemanfaatan energi terbarukan dan rendah karbon (solar energy, gas, dan lain-lain) untuk power and gas supplyefficient power grid, dan street and building lighting. Dalam penerapannya untuk efisiensi dan konservasi energi, diperlukan green building design melalui circular water management system dan district cooling system.

Konsep yang telah direncanakan ini dinilai sudah sangat bagus, akan tetapi, dalam pelaksanaannya harus konsisten berbasis kota hijau mensyaratkan green city, di antaranya, perencanaan dan perancangan kota berkelanjutan, pengadaan ruang terbuka hijau, penerapan bangunan hijau ramah energi, pengolahan sampah secara terpadu, penggunaan transportasi ramah lingkungan, peningkatan kualitas air perkotaan, dan pengembangan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, serta dunia usaha yang sehat, dikenal dengan istilah komunitas hijau atau green community.

Untuk mengoptimalkan konsep green dan forest city, harus diperkaya dengan konsep green economyGreen economy atau ekonomi hijau didefinisikan sebagai perekonomian berwawasan lingkungan, di mana pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diselaraskan tanpa merusak lingkungan dan mengedepankan pembangunan atau sustainable development.

Konsep green economy bertujuan menumbuhkan ekonomi dengan bermanfaat, berkeadilan sosial dan ramah lingkungan, serta mempromosikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan untuk jangka panjang. Konsep green economy mencakup 6 bidang utama yakni energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, bangunan hijau, pengelolaan air, pengelolaan limbah, dan pengelolaan lahan.

Sumber: BeritaSatu.com | Editor : TMC

Related posts