Nusantara Satu Info
Kaltim PPU

IKN Pindah ke Kaltim, Cegah Jakarta Tenggelam 2050

Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. foto istimewa

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meyakini pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur, akan berdampak signifikan dalam upaya mencegah Jakarta tenggelam pada 2050. Hal tersebut dikemukakan Reza, karena alasan mendasar yakni pemindahan IKN akan mampu mengurangi beban penurunan muka air tanah di Jakarta.

“Salah satu tujuannya memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur di antaranya adalah mengurangi beban DKI Jakarta, termasuk beban penurunan muka air tanah,” kata Riza di Balai Kota Jakarta, belum lama ini.

Riza menambahkan, dampak pemindahan IKN terjadinya migrasi besar-besaran, khususnya pegawai negeri sipil (PNS) dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Politisi Partai Gerindra ini lanjut mengatakan bahwa jumlah PNS kementerian/lembaga di Jakarta cukup banyak. Dengan memindahkan IKN ke Kalimantan Timur, ia meyakini banyak PNS yang tinggal dan bekerja Jakarta akan ikut pindah.

“Karena kan terjadi pergesaran jumlah warga di Jakarta ke IKN. Itu terjadi pengurangan. Perkantoran pusat kan berpindah, perkantoran pusat kan membutuhkan air yang tidak sedikit selama ini,” jelas Riza.

Menurut Riza salah satu yang harus dikurangi penggunaan air tanah adalah bangunan-bangunan tinggi yang ada di Jakarta. “Bagi industri, perkantoran, hotel, apartemen, juga kita minta tidak menggunakan pompa untuk mendapatkan air bersih,” ungkap Riza.

Riza mengingatkan pihaknya melalui PAM Jaya, saat ini tengah mengupayakan pipanisasi air, sehingga penggunaan air tanah bisa berkurang. Oleh sebab itu, ke depan pihaknya bakal mengawasi dan mengevaluasi lebih lanjut terkait penggunaan air tanah tersebut. “Ini juga dilakukan monitor dan evaluasi, karena ini juga salah satu sebab penggunaan air tanah berlebihan,” paparnya.

Ia lantas meminta warga melaporkan gedung-gedung yang masih memanfaatkan air tanah. Riza menjamin Pemprov DKI bakal memberi sanksi ke pengelola gedung yang masih menggunakan air tanah. “Tentu ada sanksinya, ya silakan nanti disampaikan kepada kami. Nanti petugas kami cek. Sanksinya macam-maca, mulai dari peneguran sanksi sampai juga pencabutan,” pungkasnya.

Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin memprediksi Jakarta tenggelam 2050, jika tak ada upaya pengendalian atas tingginya penggunaan air tanah di wilayah DKI Jakarta. Menurut Arief, penggunaan air tanah yang tidak terkendali bisa berdampak pada lingkungan, sehingga berbahaya bagi kehidupan di Jakarta di masa mendatang.

“Pengambilan penggunaan dari air tanah ini masih sangat besar di Provinsi DKI Jakarta. Dan memang ini membuat kemudian banyak efek ekologi menjadi salah satu hal mengancam,” kata Arief dalam acara diskusi melalui daring.

Arief mengatakan jika eksploitasi air tanah masif dilakukan secara terus menerus, Jakarta bisa tenggelam pada 2050. Hal ini disebabkan permukaan tanah turun dan permukaan laut naik. Menurutnya, sebagian besar wilayah yang akan tenggelam yaitu di Jakarta Utara. “Prediksinya di tahun 2050, diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta, terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam,” ujar dia.

Sumber : CNN Indonesia | Editor : Redaksi NSI

Related posts

PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 patriot88 patriot88 langit77 PATRIOT88 patriot88 slot gacor patriot88 patriot88 patriot88 patriot88 slot gacor