Nusantara Satu Info
Daerah PEMILU

Sukseskan Pemilu dan Pilkada 2024, KPU Bangun Sinergitas dengan TNI dan Polri

foto dokumen kpu.go.id

NSI.com, NUSA DUA  Demi menyukseskan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024, perlu didukung oleh banyak pihak, termasuk TNI dan Polri dalam hal keamanan dan pengamanan. Hal ini disampaikan Ketua KPU Hasyim Asy’ari, saat hadir sebagai narasumber kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Polri Tahun 2023 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Jumat (7/7/2023), sebagaimana dilansir dari laman kpu.go.id.

Beberapa hal perlu menjadi perhatian bersama, kata Hasyim, seperti jumlah pemilih pada Pemilu 2024 yang mencapai 204,8 juta pemilih. Yang untuk dalam negeri akan ada 820.161 TPS di 83.731 desa/kelurahan serta 7.277 kecamatan. Jumlah ini tentunya akan berkorelasi dengan pola keamanan dan pengamanan yang akan dilakukan Polri dan TNI khususnya pada saat hari H pemungutan suara maupun pada saat distribusi logistik.

Terlebih, kata Hasyim dalam ketentuan Pasal 341 Ayat (8) UU 7/2017 tentang Pemilu menyebut bahwa, dalam pendistribusian dan pengamanan perlengkapan pemungutan suara, KPU dapat bekerja sama dengan Pemerintah, pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Khusus TNI ketika pendistribusian ke daerah-daerah yang masuk kategori 3T (Tertinggal. Terluar, dan Terdepan).

Hal lain yang juga perlu dicermati adalah proses produksi logistik yang biasanya KPU akan meminta dukungan keamanan dan pengamaman. Untuk Pemilu 2024, KPU menurut Hasyim setidaknya memiliki 2.600 ragam desain surat suara, yang dibuat sesuai dengan jumlah daerah pemilihan. Untuk dapil sendiri terdiri dari 84 dapil DPR, 301 dapil DPRD Provinsi dan 2.325 dapil DPRD Kab/Kota.

Dari keseluruhan yang disampaikan tersebut, satu hal yang menjadi penekanan adalah tahapan pemilu harus berjalan sesuai yang telah diatur baik dalam UU pemilu maupun Peraturan KPU. Dan KPU telah menentukan hari pemungutan suara pemilu jatuh pada 14 Februari 2024. “Jadwal pemilu sangat padat sekali, karena begitu bergeser sedikit, target yang ditentukan itu tidak dapat terpenenuhi. Sedangkan apabila target yang ditentukan tidak terpenuhi itu akan terjadi kekosongan kekuasaan, oleh karena itu segala sesuatu harus dihitung, dipersiapkan dengan matang, ujar Hasyim.

Editor : Redaksi NSI

Related posts