NSI.com, PENAJAM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) percepat pembangunan rumah susun hunian bagi pegawai pemerintahan atau bagi aparatur sipil negara (ASN) di kawasan inti Ibu Kota Negara (IKN) usantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Untuk percepatan pembangunan itu, pemerintah menggelontorkan anggaran Rp.9.4 triliun untuk membangun Rusun yang akan dihuni sekitar 16.900 orang, terdiri dari 11.000 ASN, 5.900 Paspampres dan dari TNI/Polri serta BIN. “Kami fokus percepat pembangunan tower (menara/rumah susun) untuk hunian ASN di IKN Nusantara,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis di Penajam, Senin (24/4/2023).
Rumah susun hunian tersebut, sambungnya disesuaikan tingkatan ASN. Semakin tinggi pangkat ASN, rumah susun hunian bakal lebih luas dan paling kecil luas unit rumah susun hunian ASN sekitar 98 meter persegi. Rumah susun untuk hunian ASN, kata dia, sekelas apartemen dengan 47 tower. Tiap menara rata-rata dibangun 12 lantai.
Pembangunan rumah susun hunian untuk pegawai pemerintahan sesuai konsep kota mengelola dan menjaga ekosistem hutan. Sehingga, rumah susun dibangun tidak banyak memotong hutan. Dari 47 menara, ada 31 menara untuk hunian ASN, sisanya untuk Paspampres (pasukan pengawal presiden) 9 menara, TNI/Polri 4 menara dan Badan Intelijen Negara atau BIN 3 menara. “Rumah susun yang dibangun pada pertengahan 2023 itu, termasuk menjadi tempat tinggal bersama keluarga,” ujarnya.
Kementerian PUPR menargetkan, pembangunan menara rumah susun hunian pegawai pemerintahan dan pertahanan keamanan di Kawasan IKN Indonesia, baru akan rampung 100 persen pada Desember 2024. Namun, kata Basuki Hadimuljono, dari jumlah itu, ada 12 tower rumah susun hunian pegawai pemerintahan, ditargetkan selesai dikerjakan dan siap dihuni sekitar 2.500 orang pada Juli 2024, untuk tempat tinggal ASN, Paspampres, TNI/Polri dan BIN yang ditugaskan ke IKN Nusantara, dengan status sebagai rumah dinas.
Sumber : Republika.co.id | Editor : Redaksi NSI
