NSI.com, JAKARTA – PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo) memperoleh kontrak pengadaan pipa pancang, untuk pembangunan jembatan di lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Corporate Secretary & Investor Relations ISSP Johanes W. Edward mengatakan, pembangunan IKN akan memberikan kontribusi permintaan yang besar, mengingat hampir seluruh kegiatan konstruksi mempergunakan baja sebagai komponen. “Untuk nilai kontraknya puluhan miliar, detailnya belum bisa diungkap,” kata Johanes saat dihubungi Kamis (20/7/2023).
Lanjut dikatakan Johanes, wujud nyata dukungan Spindo dalam upaya hilirisasi, salah satunya dengan pengadaan pipa pancang tersebut. Sebagai pusat bisnis dan industri serta pintu gerbang IKN, Balikpapan menjadi lokasi yang strategis sebagai kota jasa perdagangan dan industri. Terbaru, terdapat proyek pembangunan Smelter Nikel yang akan segera dibangun di wilayah Kariangau Kota Balikpapan.
Project tersebut, sambung Johanes, akan menggunakan Pipa SPINDO ASTM A252 Gr. 2 dengan total tonase kurang lebih sekitar 7000 ton, pada tahap pertama yang akan dipergunakan sebagai Pipa pancang pada Smelter Nikel tersebut. “Spindo berperan mendukung upaya hilirasasi industri,” ujar dia.
Sebagai informasi, pada kuartal I 2023, Spindo membukukan pendapatan senilai Rp 1,73 triliun, menurun 13,97 persen dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu yakni Rp 2,01 triliun. Penurunan penjualan ini, dikarenakan adanya penjualan luar biasa pada Maret 2022 yang mencapai Rp 1 triliun dalam satu bulan. Melonjaknya penjualan tahun lalu, karena antisipasi meningkatnya Pajak Pertambahan Nilai alias value added tax (VAT).
ISSP mempunyai target untuk mencapai produksi 500.000 ton per tahun, dalam 2 atau 3 tahun ke depan, mengingat Indonesia saat ini adalah eksportir stainless steel terbesar. Ekspansi mesin stainless steel berdiameter besar anyar milik ISSP menunjukkan hasil yang sangat baik.
Sumber : Kontan.co.id | Editor : Redaksi NSI
