NSI.com, JAKARTA – Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara masih terus melakukan pembangunan sejumlah fasilitas, salah satunya adalah pembangunan tower rumah susun (Rusun) bagi aparatus sipil negara (ASN). Nantinya, akan ada 47 tower rumah susun (rusun) untuk ASN termasuk Polri, 12 Rusun diantaranya ditargetkan akan selesai pada tahun 2024 mendatang.
Hal tersebut dikemukakan Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN, Danis Hidayat Sumadilaga, bahwa pembangunan rusun tersebut bisa berjalan mulai bulan Agustus ini. Namun demikian, ia tidak merinci kapan tepatnya pembangunan rusun bisa dimulai. “Kita sedang mempersiapkan pembangunan yang besar itu adalah rumah susun untuk ASN yang 47 tower. Mudah-mudahan Agustus ini sudah mulai tanda tangan dan bisa mulai bekerja,” katanya saat ditemui di kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Selasa (8/8/2023).
Sebagai informasi, 47 tower rusun untuk ASN itu dibangun dengan APBN. Adapun pagu anggarannya Rp 9,4 triliun secara multi years contact (MYC) 2023-2024. Apabila rusun ini sudah selesai dibangun, maka sudah bisa langsung dihuni. “Tapi mungkin tahun 2024, mungkin sekitar 30 persennya, 12 atau 13 tower lah yang bisa kita selesaikan yang APBN,” ungkapnya.
Dalam 1 tower rusun ASN itu, terdiri dari 12 lantai. Dalam 1 lantainya ada 5 unit apartemen dengan ukuran 98 m2. Per unit apartemen ada 3 kamar yang bisa digunakan. “12 tower itu kira-kira bisa menampung 2.160-2.200 orang ASN, tapi kalau 1 kamar (isi) 2 orang, bisa menampung hingga 4.400. Ini bukan (seperti Rusunami), ini (rumah) dinas,” katanya, seraya menambahkan, bahwa “Tapi nanti kita coba selesaikan akhir 2024 semua, bukan berarti yang lain belum selesai ya, jadi bertahap,” tandasnya.
Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang melakukan lelang, untuk pembangunan rumah susun (rusun) aparatur sipil negara (ASN) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pihaknya berharap pada Juli 2023, rusun tersebut sudah bisa dibangun. Menurut Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, pembangunan rusun ASN akan menggunakan dua skema, yaitu menggunakan APBN dan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Untuk pembangunan dengan skema APBN, ditargetkan dilakukan pada Juli 2023. “Ada yang sudah dimulai proses prakualifikasi untuk membangun 47 tower ASN dengan APBN. Itu sedang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perumahan, sudah dimulai tahapnya dengan proses, ya kalau lelang itu kan seperti biasa ya ada prakualifikasi dan sebagainya,” tuturnya melalui telekonferensi, Senin (15/5/2023). “Sehingga diharapkan pada bulan akhir Juni atau Juli itu bisa ditandatangan dan sudah bisa mulai pembangunan 47 unit tower untuk rusun ASN,” sambungnya.
Sumber : Detikcom | Editor : Redaksi NSI
