Nusantara Satu Info
IKN NUSANTARA Nasional

Lemhanas: Pembangunan IKN Jadi Pusat Kekuatan Indonesia

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto. foto istimewa.

NSI.com, JAKARTA — Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto mengatakan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi simbol pergeseran paradigma pembangunan di Indonesia. Pernyataan tersebut dikemukakan Andi, merupakan salah satu kajian terkait IKN Nusantara, yang dihasilkan Lemhannas sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat dirinya dilantik menjadi Gubernur Lemhannas pada Februari 2022.

“IKN tidak hanya sekadar menjadi pembangunan kota, tetapi menjadikan IKN sebagai simbol pergeseran paradigma pembangunan di Indonesia,” kata Andi saat Konferensi Pers sebagai refreksi Akhir Tahun 2022 Gubernur Lemhannas RI di Gedung Lemhannas, Jakarta, Rabu.

Andi lebih Ianjut menjelaskan, pergeseran paradigma pembangunan di IKN dimaksud, meliputi simbol bagaimana Indonesia akan bergerak ke arah smart economy, digital economy,green economy, dan menjadikan Indonesia bagian dari regional maupun global hub. “IKN harus menjadi simbol dari transformasi pembangunan ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Lanjut Andi mengatakan, kajian Lemhannas tentang IKN selanjutnya mencermati perihal pertahanan IKN Nusantara, yang akan menjadi pusat (central) gravitasi dan kekuatan di Indonesia, sehingga memunculkan kerawanan baru. “Berpindahnya Ibu Kota Jakarta ke IKN, akan mengubah centre of gravity Indonesia, termasuk akan membutuhkan gelar-gelar militer baru, pada saat nanti IKN akan menjadi pusat kekuatan di Indonesia,” tuturnya.

Untuk itu, imbuh Andi, kerawanan strategis baru di IKN harus segera dimitigasi, antara lain dengan melakukan gelar udara yang sifatnya mengandalkan air centric warfare, sebagai strategi pertahanan IKN. “Lalu ada gelar laut yang sifatnya mengandalkan dua strategi kembar, antiakses, dan area denial. Strategi itu sudah kami tawarkan ke pemerintah,” ungkapnya.

Mengenai strategi pertahanan bersifat air centric diperlukan, karena pertempuran pertahanan pertama yang akan dihadapi di IKN, cenderung berupa pertempuran udara dengan memanfaatkan teknologi-teknologi baru dan cenderung hybrid. Ia menyebut tantangan pertahanan lainnya di IKN, berkaitan dengan perang cyber.

“Menyimak apa yang terjadi terutama di Rusia dan Ukraina, kita melihat adanya teknologi-teknologi baru dikembangkan, yang dipergunakan dalam perang di Ukraina, yang paling menonjol memang sifatnya ‘air centric’, terutama drone dan rudal yang sudah masuk ke era hipersonik,” bebernya.

Oleh karena itu, Andi berharap Indonesia bisa segera bersiap untuk melakukan adopsi teknologi-teknologi terbaru, dalam bidang pertahanan udara maupun cyber. “Teknologi-teknologi baru ini kami amati terus menerus untuk kemudian diusulkan, diadopsi oleh Kementerian Pertahanan-Mabes TNI, termasuk untuk penguatan pertahanan IKN ke depan,” kata Andi.

Secara keseluruhan, sambung Andi bahwa Lemhannas telah  menghasilkan 42 kajian atau rekomendasi kebijakan pada periode 2022, dari 5 topik yang diinstruksikan Presiden, yakni konsolidasi demokrasi, transformasi digital, ekonomi hijau, ekonomi biru dan pembangunan IKN.

“Dari bulan Februari sampai pertengahan Desember ini, kami sudah memberikan kajian berupa rekomendasi-rekomendasi kebijakan, kalau tercatat sekarang sebanyak 42 kajian atau rekomendasi kebijakan dari lima topik yang diminta Presiden,” tandasnya.

Sumber : Republika.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts