Nusantara Satu Info
IKN NUSANTARA Nasional

36 Investor di IKN Masuk Tahap Lanjutan, Otorita Diminta Lakukan Percepatan

Suasana Pembangunan IKN(KOMPAS.COM/Ahmad Riyadi)
Bagikan :

NSI.com, JAKARTA – Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menyebut ada 36 investor yang sebelumnya mengajukan letter of interest (Lol), kini sudah masuk tahap lanjutan. Hal itu dikemukakan Kepala Otorita IKN Bambang Susantono usai Rapat Terbatas (Ratas), mengenai perkembangan investasi di IKN yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama jajaran di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/05/2023).

 

Menurut Bambang, secara keseluruhan berdasarkan data per 15 Mei 2023, Otorita IKN sudah menerima 209 komitmen investasi atau berupa Lol. “Dari letter of interest 209 itu, sekitar 36 sudah menandatangani apa yang disebut non-disclosure agreement (NDA), jadi sudah meningkat pada tahap selanjutnya,” terang Bambang dalam keterangan pers dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden. Dalam tahapan tersebut, pembicaraan lebih detail, karena data-data dan sebagainya sudah dipertukarkan. “Mereka (investor) setelah itu biasanya akan melihat ke lapangan. Kemudian, setelah itu mereka membuat studi kelayakan dan tentu saja rencana bisnis yang akan diambil,” tandasnya.

 

Seiring dengan hal itu, Otorita IKN diminta mempercepat prosesnya, agar dapat direalisasikan sesuai dengan keinginan investor dan peraturan perundang-undangan. “Ini memang memerlukan waktu tapi tadi kami saya dan Pak Dhony (Wakil Otorita IKN) memang diminta untuk lebih mempercepat proses-proses ini agar benar-benar bisa terealisasi apa-apa yang diinginkan oleh investor di lapangan sesuai dengan koridor dari peraturan perundangan yang berlaku,” tuturnya.

 

Untuk mempercepat proses tersebut, pemerintah juga akan membentuk unit pelayanan satu pintu (one stop shop) yang akan menindaklanjuti kebutuhan investor di IKN. “Jadi tadi diputuskan bahwa untuk masalah-masalah yang berhubungan dengan investasi ini kami diminta untuk membuat satuan stop shop yang akan juga diikuti atau pun ada lembaga kementerian terkait lain itu juga nanti akan berada di dalam one stop shop. Jadi satu pintu saja,” tukasnya.

 

Sumber : Kompas.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts

CorsicanDutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanRussianSpanishThai
Hubungi Redaksi NSI