Nusantara Satu Info
PEMERINTAHAN POLITIK

2 Petinggi Parpol Sudah Menghadap Jokowi, Bahas Reshuffle Kabinet?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin Rapat Terbatas Evaluasi Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Bali di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 28 November 2022. (Dok Humas Sekretariat Kabinet RI)

NSI.com, JAKARTA – Di tengah derasnya embusan isu reshuffle kabinet, 2 petinggi partai politik (parpol) koalisi pemerintah, telah menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, yang berlangsung baru-baru ini. Keduanya adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto dan Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mardiono. Keduanya datang di hari berbeda. Hasto datang atas perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menemui Jokowi pada Senin (2/1/2023), sedangkan Mardino pada Selasa (3/1/2023).

Hasto menemui presiden, dalam rangka mengundang Jokowi untuk hadir di Hari Ulang Tahun (HUT) PDIP ke-50, yang digelar pada 10 Januari 2023 mendatang. Dia mengatakan, tak ada pembahasan soal reshuffle atau perombakan kabinet saat bertemu dengan Jokowi. Pasaknya, terkait kebijakan perombakan menteri di Kabinet Indonesia Maju, itu menjadi kewenangan Presiden Jokowi selaku kepala negara. “Enggak (membahas reshuffle), Ibu Mega menugaskan saya kemarin untuk bertemu Bapak Presiden Jokowi. Kalau hal yang terkait dengan reshuffle itu kan ranahnya presiden,” kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Selasa 3 Januari 2023.

Kendati demikian, Hasto meyakini jika Jokowi pasti akan melakukan komunikasi dengan PDIP khususnya Megawati, sebagai partai politik (parpol) pendukungnya. “Dan sebelum mengambil keputusan, presiden Jokowi melakukan komunikasi politik partai pendukungnya, khususnya dengan ibu Megawati Soekarnoputri. Sehingga itu bukan ranah kami. Itu ranah pemimpin tertinggi dari PDI Perjuangan yaitu Megawati Soekarnoputri,” jelas Hasto.

Ketika ditanya lebih lanjut apakah ada pembahasan terkait rencana perombakan kabinet dengan Jokowi. “Dengan presiden Jokowi? Ya rahasia namanya ditugaskan. Kan kita ketemu dengan presiden Jokowi kan sifatnya very very strickly confidential,” ungkap Hasto.

Sementara itu, Mardiono menyebut tidak ada pembahasan politik saat bertemu Jokowi, khususnya soal reshuffle kabinet. Kendati begitu, dia tak menampik bahwa Jokowi sedikit menyinggung soal PPP. “Tadi ndak menyinggung soal reshuffle. Beliau banyak (bicara) seputar kondusifitas nasional kita,” ucap Mardiono kepada wartawan usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/12/2022).

Jokowi sendiri memang pernah mengumpulkan para petinggi partai politik, sebelum dirinya melakukan reshuffle kabinet. Berdasarkan catatan, Jokowi pernah memanggil Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 14 Juni 2022, dimana saat isu reshuffle kabinet tengah merebak. Jokowi pun melakukan reshuffle kabinet pada keesokan harinya Rabu, 15 Juni 2022. Saat itu, Jokowi melantik Ketua Umun PAN Zulkifli Hasan menjadi Menteri Perdagangan, menggantikan Muhammad Luthfi.

Kemudian, mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, dia menggantikan Sofyan Djalil. Selain itu, Jokowi melantik Sekjen PBB Afriansyah Noor menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Lalu, John Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, dan Raja Juli Antoni sebagai Wakil Menteri ATR/BPN.

Oleh karenanya tak menutup kemungkinan Jokowi akan kembali melakukan reshuffle atau perombakan kabinet di akhir masa jabatannya. Namun, Jokowi tak berbicara kapan reshuffle kabinet akan dilakukan. “Mungkin (reshuffle). Ya nanti,” kata Jokowi singkat kepada wartawan di Kabupaten Bogor Jawa Barat, Jumat (23/12/2022).

Menyikapi pernyataan Jokowi di Bogor, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat meminta Jokowi untuk mengevaluasi 2 menterinya, yaitu Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya, yang kebetulan kedua menteri itu adalah politikus dari partai NasDem.

Djarot lanjut mengatakan, seraya berharap ada penyegaran di internal kabinet, agar bisa mendukung penuh kebijakan Presiden Jokowi. “Mentan dievaluasi, Menhut dievalusi, Menteri Kehutanan ya. Harus dievaluasi. Semua menteri juga harus dievaluasi. Supaya apa? Supaya ada satu darah baru yang segar, yang bisa mendukung penuh kebijakan Pak Jokowi untuk menuntaskan janji-janji kampanyenya,” ujar Djarot di Menteng, Jakarta, Jumat (23/12/2022).

Sumber : Liputan6.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts

PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 patriot88 patriot88 langit77 PATRIOT88 patriot88 slot gacor patriot88 patriot88 patriot88 patriot88 slot gacor