NSI.com – KANTOR Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, hingga April 2023, telah menerbitkan sebanyak 15 izin bagi badan usaha pemanfaatan Garis Pantai, guna pendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. ”Masih ada tiga lagi yang sedang dalam pengurusan,” jelas Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Dimyati disampaikan belum lama ini di Balikpapan.
Ditambahkan Dimyati, sebagian besar pemanfaatan itu ada di sisi selatan Teluk Balikpapan atau di bagian Penajam Paser Utara. Menurutnya, pengurusan izin untuk memanfaatkan Garis Pantai itu, juga memerlukan rekomendasi dari pemerintah setempat, di mana lokasi yang dimintakan ada. Dalam hal ini berarti juga perlu rekomendasi Pemkab Penajam Paser Utara. ”Sebab nanti ada hubungannya lagi dengan infrastruktur seperti jalan, juga dengan usaha lain seperti layanan bongkar muat di pelabuhan,” jelas Dimyati.
Pemanfaatan garis pantai, sambungnya, atau secara sederhana bisa disebut tempat sandar kapal atau dermaga dan pelabuhan, oleh ke-15 perusahaan tersebut, terutama digunakan untuk melayani kapal-kapal pengangkut bahan bangunan dan logistik untuk proyek Pembangunan IKN Nusantara. Pelabuhan hingga sebanyak itu dimungkinkan, karena keterbatasan kedalaman perairan di garis pantai tersebut, yang maksimal 4 meter.
Dengan kedalaman itu, Dimyati menjelaskan, maksimal yang bisa sandar adalah kapal dengan draft (badan kapal di bawah permukaan air saat muatan maksimal) tiga meter. ”Yang bisa efektif dan efisien dengan draft tiga meter itu, hanya ponton ukuran 120 feet,” terang Dimyati.
Lanjut dijelaskan Dimyati, ponton ada yang berukuran hingga 300 feet, namun dengan draft lebih dalam, sehingga tidak bisa sandar di pelabuhan-pelabuhan tersebut. Dengan sendirinya diperlukan ponton lebih banyak, sehingga butuh lebih banyak pelabuhan untuk memastikan target pembangunan IKN tercapai.
Diketahui, pada 2024, ditargetkan istana negara dan kantor-kantor sedikitnya 5 kementerian ditambah markas besar TNI-Polri sudah berdiri di IKN. Demikian juga dengan perumahan bagi pegawai negeri, sipil, atau pun militer. Sebagian bahan bangunan harus didatangkan dari daerah lain, karena tidak terdapat dalam kualitas yang diinginkan atau dalam jumlah diperlukan di Kalimantan Timur.
Seperti batu gunung untuk fondasi, misalnya, atau kerikil untuk campuran beton, yang terbaik yang dipercaya di Kaltim adalah batu dan kerikil dari gunung-gunung batu di Sulawesi Tengah. Karena itu, dia menambahkan, bahan bangunan itu didatangkan dari provinsi itu. Setiap perusahaan beton siap pakai (ready mix) di Balikpapan, biasa mendatangkan berton-ton batu dan kerikil itu dengan ponton ke Balikpapan. Jumlah itu semakin banyak lagi dengan adanya IKN.
Sumber : JawaPost.com | Editor : Redaksi NSI
