NSI.com, JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan akan segera menelusuri, kasus tambang batubara ilegal yang diungkap mantan anggota Polres samarinda Ismail Bolong. Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto, menyatakan, mereka akan menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Inspektur Pengawasan Umum Komjen Agung Budi Maryoto dan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Inspektur Jenderal Syahar Diantono. “Rencananya pekan ini, tapi belum ada kepastian waktu,” kata Albertus Ahad (21/11).
Pertemuan itu, menurut Albertus, untuk mengklarifikasi soal dugaan adanya setoran hasil tambang ilegal, kepada sejumlah perwira polisi seperti pengakuan Ismail dalam sebuah video dan sejumlah dokumen yang tersebar ke publik. Ditambahkannya, pihaknya telah menggelar rapat setelah menyaksikan video Ismail Bolong itu tersebar. Dia menyatakan Ketua Kompolnas sekaligus Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD meminta, agar kabar miring itu segera ditelusuri kebenarannya. “Kami diminta untuk mendalami secepatnya,” ujar Albertus.
Labih lanjut Albertus menilai, Polri seharusnya terbuka soal pengakuan Ismail tersebut. Dia menyatakan Kompolnas akan mendorong kepolisian untuk mendalami informasi soal dugaan setoran dana tambang ilegal tersebut. “Benar atau tidaknya informasi itu perlu diklarifikasi, sehingga tidak menimbulkan spekulasi,” kata Albertus.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun berjanji, akan mendalami informasi tersebut. Dia menyatakan akan melakukan penindakan secara etik kepada anggotanya yang diduga terlibat. “Kami dalami. Proses etik berbeda dengan pidana. Dalam proses etik, bersumber dari keterangan orang, bisa diambil langkah. Kalau pidana, harus cukup alat buktinya. Kami mengambil langkah dengan mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” kata Sigit saat diwawancara pada Jumat, 18 November 2022.
Kapolri menyaatakan telah melakukan penindakan terhadap Kapolda Kalimantan Timur Irjen Herry Rudolf Nahak dan sejumlah pejabat lainnya. “Kami sudah copot kepala polda dan para pejabat terkait saat itu,” kata Listyo Sigit.
Tak hanya itu, Kapolri pun telah memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Ismail Bolong, untuk memperjelas tudingan kepada para anak buahnya. “Mengenai pejabat-pejabat yang menerima, supaya tidak terjadi polemik, saya perintahkan untuk tangkap Ismail Bolong. Dia pernah memberi testimoni, benar atau tidak, kami tidak tahu. Muncul video lagi yang menyampaikan hal itu karena ditekan. Supaya lebih jelas, lebih baik tangkap saja,” kata dia.
Sumber : Tempo.co | Editor : Redaksi NSI
