NSI.com, JAKARTA — Isu reshuffle terus menghantui Partai Nasdem dan kini kembali mencuat, sehingga 3 menteri kabinet Indonesia Maju, berasal dari Partai Nasdem yakni Mentan Syahrul Yasin Limpo, Menkominfo Johnny G Plate, dan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, terancam diganti
Menyikapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Nasdem, Willy Aditya, menanggapinya dengan santai isu reshuffle yang lagi-lagi berembus. Partai Nasdem sebagai pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin, mengikuti saja apa yang diputuskan RI 1. “Kita sami’na wa atho’na saja sama presiden,” kata Willy di Jakarta, Kamis (11/5/2023).
Lebih lanjut Willy menuturkan, sejak awal Nasdem merupakan partai pendukung dari kabinet yang dibentuk Presiden Jokowi. Karena itu tentu Nasdem memiliki moral untuk senantiasa mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin sampai berakhir pada 20 Oktober 2024. “Tapi, kami serahkan semuanya kepada presiden, kami tegak lurus apa sikap presiden, kami akan terima,” ujar Willy.
Kendati demikian, sambung Willy, dia tidak bisa memastikan apakah pada akhirnya 3 menteri dari Partai Nasdem terbebas dari reshuffle kabinet. Tapi, ia mempersilakan masyarakat melihat hubungan antara Partai Nasdem dan Presiden Jokowi selama ini.
Terkait Pilpres 2024, sambung dia, Partai Nasdem masih berkomitmen tidak cuma mengusung, tapi memenangkan Anies Baswedan. Bahkan, Willy mengungkapkan, Nasdem sudah merasakan peningkatan antusiasme dari masyarakat. “Keberadaan Nasdem yang sudah punya capres sendiri. membuat kita lebih percaya diri dan itu ada di semua level,” kata Willy.
Sebelumnya, isu reshuffle pernah disuarakan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, menyinggung sinyal Nasdem yang kerap tidak diundang Presiden Jokowi. Apalagi, tiap pertemuan mengundang ketua-ketua umum dari partai pendukung pemerintah.
Sumber : Republika.co.id | Editor : Redaksi NSI
