NSI.com, JAKARTA – Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Nurul Ichwan mengatakan, saat melakukan promosi investasi di Dubai, investor disana sangat tertarik dengan IKN Nusantara.
“Jadi ketika kita membuat acara di Dubai itu investor dari Dubai tertariknya luar biasa,” kata Nurul dalam UOB Economic Outlook 2023, Kamis (29/9).
Selain itu pihaknya sudah memfasilitasi potensial investor dari Jepang dan Korea Selatan, bahkan sudah ada investor menyatakan komitmen dan telah menemui Kepala Otorita IKN Nusantara.
Hanya saja ada satu hal menjadi catatan ketika investor datang mengunjungi IKN Nusantara, mereka berekspektasi bahwa sudah ada proyek-proyek yang sudah dibuat, sehingga investor tinggal memilih mana yang menurut mereka menarik.
Saat ini pemerintah telah memiliki master plan pembangunan, termasuk peruntukan dari lahan-lahan sudah disiapkan, berikut bagian mana yang akan dikembangkan bersama investor.
“Nanti bagaimana akan dikembangkan, kita akan menawarkan 20 persen tadi diambil pemerintah dan 80 persen diambil yang lain, dengan konsep ada yang dibangun pemerintah, ada yang dibangun swasta, dan ada juga kerjasama atau (public private partnership) PPP,” jelasnya.
Nurul menambahkan, investor yang tertarik pada tahap berikutnya akan duduk bersama Badan Otorita IKN Nusantara, menentukan di wilayah mana mereka tertarik untuk mengembangkan bisnis mereka.
Kemarin pemerintah sudah melakukan pre market sounding. Ke depan akan dilakukan market sounding yang rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo. Dalam market sounding tersebut akan muncul paket-paket dan insentif dari investasi yang ditawarkan oleh IKN Nusantara.
Lebih lanjut, Nurul mengungkap ada beberapa klasifikasi investor yang datang. Pertama, investor yang memiliki modal, teknologi dan mau mengambil resiko untuk berinvestasi di IKN Nusantara. Misalnya investor yang ingin membangun properti dan akan dipasarkan sendiri.
Kelompok investor kedua adalah pihak-pihak memiliki kemampuan teknologi konstruksi, atau pihak yang menawarkan supply teknologi komunikasi atau yang lainnya. Kelompok ini bukan investor, namun dibutuhkan dalam pembangunan IKN Nusantara.
“Kelompok kedua ini tentunya ada hal yang harus di jembatan oleh kita yaitu mempertemukan antara pemilik teknologi dengan investor, jadi bisa blended untuk membangun IKN, cuman biasanya investor pemilik modal itu sudah punya teknologi,” imbuhnya.
Sumber : Kontan.co.id | Editor : Redaksi NSI
