NSI.com, JAKARTA – Komisaris PT. Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab disapa Ahok mengatakan bahwa, terkait rencana pemindahan kantor pusat PT Pertamina (Persero) ke kawasan Indonesia Timur, tepatnya di daerah Balikpapan, Kalimantan Timur, guna mendekati Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, akan dilakukan pada tahun 2026.
Ahok menegaskan, rencana ini akan diwujudkan pada tahun 2026, dengan memertimbangkan beberapa alasan. Diantaranya, untuk mendukung upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga ingin menjadikan Indonesia Timur, sebagai pusat pembangunan yang lebih merata. Ia ingin mendorong investasi di wilayah ini agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di Pulau Jawa.
Menurut Ahok, keputusan ini merupakan bagian dari strategi untuk mendekatkan Pertamina dengan kawasan Indonesia Timur. Dengan memindahkan kantor pusat, Pertamina, diharapkan dapat lebih memahami dan merespons kebutuhan energi dan sumber daya alam di wilayah tersebut. Selain itu, pemindahan ini dapat membuka peluang baru bagi Pertamina, untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnis di kawasan Indonesia Timur.
Tak hanya pemindahan kantor pusat, Pertamina juga memiliki rencana ambisius lainnya untuk kawasan Indonesia Timur. Yakni Pertamina akan membangun resort dan pusat penelitian di kawasan Industri Kilang Balikpapan. Resort tersebut akan digunakan untuk mengakomodasi para pekerja dan tamu bisnis yang datang ke kawasan tersebut.
“Nanti setelah IKN semua (selesai pembangunan), BUMN kan ada tanah 4 hektare, mau pindahin tuh, mungkin berikutnya di 2026 baru pelan-pelan pindah,” ujar Ahok di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (18/7/2023).
Ahok lebih lanjut menyatakan, bahwa Pertamina ingin berinvestasi lebih banyak di IKN dan kawasan sekitarnya. Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi di Indonesia Timur. “Pertamina is the real investor for IKN,” ujar Ahok dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (11/7/2023).
Meskipun ada rencana ambisius untuk pemindahan kantor pusat dan investasi di kawasan Indonesia Timur, tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan ini. Pengamat BUMN yang menyatakan bahwa langkah Pertamina untuk berinvestasi di kawasan industri seperti IKN, mungkin tidak sesuai dengan nature of business BUMN tersebut. Ada kemungkinan bahwa Pertamina akan kesulitan bersaing di sektor ini dengan perusahaan swasta, yang telah berpengalaman dan memiliki keahlian khusus di bidang industri.
Dengan rencana pemindahan kantor pusat ke kawasan Indonesia Timur dan berbagai investasi yang diharapkan, Pertamina diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi di wilayah tersebut. Namun, langkah-langkah ini juga memerlukan strategi yang matang, dan dukungan yang kuat untuk memastikan keberhasilannya. Semoga dengan pemindahan kantor pusat dan rencana investasi ini, Pertamina dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia Timur dan berkontribusi dalam pembangunan merata di seluruh negeri.
Sumber : Tempo.co | Editor : Redaksi NSI
