Nusantara Satu Info
PEMILU POLITIK

Gerindra Luruskan soal Program Jokowi dan Duet Prabowo-Ganjar

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo (berpeci). (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

NSI.com, JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo beberapa hari lalu, mengundang perdebatan publik terkait pernyataannya soal program Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hingga kemungkinan duet calon pada Pilpres 2024.  “Saya kira sudah tidak mungkin kalau Pak Prabowo calon wakil presiden. Pak Prabowo jauh lebih senior, 15 tahun lebih tua pengalamannya berbeda kan,” kata Hashim saat menghadiri deklarasi relawan Prabowo Mania, Minggu (12/3).

Selain itu, Hashim mengklaim mayoritas program Jokowi itu merupakan program-program yang dicanangkan Prabowo sejak maju di Pilpres 2014, termasuk pindah ibu kota negara (IKN) dari Jakarta. “Program Pak Jokowi itu 99 persen program Pak Prabowo,” kata Hashim dalam sambutannya di depan relawan.

Merespons pernyataan Hashim itu, Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dssco Ahmad mengaku sudah menanyakan langsung kepada bersangkutan soal wacana duet Prabowo-Ganjar. Dasco mengatakan pernyataan Hashim, hanya menjawab pertanyaan wartawan soal peluang duet Prabowo dan Ganjar, menyusul kedekatan keduanya bersama Presiden Jokowi saat panen raya di Kebumen beberapa waktu lalu.

Dari penuturan Hashim itu, kata Dasco, tak ada yang salah dari isu duet Prabowo-Ganjar yang beredar di masyarakat. Namun, keputusan resmi tetap menjadi kewenangan partai politik. “Bahwa kemudian secara resmi tentunya para partai politik punya mekanisme sendiri nantinya,” kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (14/3).

Lebih lanjut Wakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra itu mengatakan, setiap partai memiliki rencana masing-masing. Termasuk PDIP maupun Gerindra. Dasco pun kembali menegaskan bahwa hasil Rapimnas partainya, telah memberi mandat kepada Prabowo Subianto sebagai capres. Oleh karenanya, Dasco menagaskan, selama ini hasil Rapimnas belum ada perubahan, Prabowo akan tetap menjadi capres dalam koalisi dengan partai lain. “Hasil rapimnas partai Gerindra menjadi patokan kita itu calon presiden dari partai Gerindra itu kan Pak Prabowo dan selama itu hasil rapimnas enggak ada perubahan, ya tentunya masih begitu,” tandasnya.

Sementara terkait program Jokowi yang diklaim program Prabowo sejak Pilpres 2014, secara terpisah, Waketum Gerindra Budisatrio Djiwandono mengamini hal tersebut. Meskipun belum menilik kutipan Hashim secara terperinci, Budisatrio mengatakan program kerja milik Jokowi itu memang selaras dengan gagasan dari Prabowo kala mencalonkan Presiden pada 2014 lalu.
“Mungkin bisa dilihat kalau 2014 kan dalam perjuangan Partai Gerindra kita mempunyai program aksi,” ujar Budisatrio, Selasa (14/3).

Disebutkan Budisatrio,  deretan program aksi dicanangkan Prabowo bersama Gerindra termasuk soal infrastruktur, pertanian, ketahanan pangan, hingga rancangan ibu kota baru. “Memang betul dalam program aksi tersebut kita ingin membangun infrastruktur, kita ingin memperjuangkan pertanian, kita perjuangkan pangan yang lebih berpihak dan lebih terjangkau oleh masyarakat. Juga kalau tidak salah mengenai ibu kota,” jelasnya.

Namun menurut Budisatrio, keselarasan program aksi antara Prabowo dan Jokowi tidak dapat dinilai mentah. Ia merasa tidak perlu bagi publik untuk menginterpretasi komentar Hashim lebih lanjut. “Tapi bukan berarti saklek program Pak Jokowi berasal dari Pak Prabowo atau sebaliknya. Jadi saya rasa tidak perlu,” ucapnya.

Sebagai kader Gerindra, sambung Budisatrio, ia mengaku Prabowo akan tetap berkomitmen melanjutkan program milik Jokowi, jika nantinya maju dan terpilih menjadi Presiden RI periode 2024-2029. “Saya yakin Pak Prabowo memasuki kontestasi politik dan mungkin memang bila mendapat kepercayaan dari rakyat, banyak program Pak Jokowi yang akan dilanjutkan oleh Pak Prabowo,” ujarnya seraya menandaskan bahwa Pak Prabowo dan kita sama-sama melihat program Pak Jokowi baik. Dan saya rasa ke depan patut menjadi teladan dan patut program Pak Jokowi diperjuangkan, dijalankan kembali.

Sumber : CNN Indonesia | Editor : Redaksi NSI

Related posts