NSI.com, SINGAPURA – Sebanyak 24 investor asal Singapura telah menandatangai Letter of Intent (LOI), seraya menunggu kepastian pemerintah ihwal pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Utamanya kepastian para calon investor, agar mereka berinvestasi dengan aman. Hal tersebut dikemukakan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo, bahwa puluhan investor tersebut bergerak di berbagai bidang, diantaranya sektor energi, transportasi dan logistik, teknologi, properti, konstruksi, hingga keuangan.
“Mereka (investor Singapura) sangat serius untuk ikut terlibat, sehingga mereka menanyakan LOI kapan dijawab. Jadi, sekarang semua bola ada di kita, di Otorita IKN untuk tindaklanjuti itu,” kata Suryo saat ditemui di kompleks Kedutaan Besar Republik Indonesia, Singapura, Kamis (8/6/2023), seraya menambahkan, bahwa Presiden Joko Widodo dalam pertemuan bersama para investor di Singapura, dalam ajang Ecosperity Week 2023 pun telah menawarkan 300 paket investasi proyek pembangunan di IKN.
Pihak KBRI Singapura sendiri, berrtugas untuk memfasilitasi pertemuan para investor dengan pemerintah di Indonesia. Namun, semua kembali kepada pihak otorita untuk bagaimana menangkap peluang investasi tersebut. “Jadi yang tentukan semua bisa berjalan bukan di level pengusaha, tapi di pihak kita. Otoritas yang memang akan tentukan mana dari 24 LOI yang dibutuhkan Nusantara,” kata Suryo menambahkan.
Soal perkiraan nilai investasi dari puluhan calon investor Singapura itu, Suryo belum dapat merinci. “Itu tergantung proyek, apa yang ditawarkan. Tapi ada di biang energi mereka (bisa) mengalokasikan anggaran sampai 12 miliar dolar AS kalau memang dibutuhkan sebesar itu,” ucapnya.
Lebih lanjut, Suryo menilai, persepsi investor Singapura terhadap iklim investasi di Indonesia terus membaik. Namun sebaliknya, para investor ingin mengetahui tawaran insentif apa yang bisa diberikan pemerintah. Suryo menegaskan, insentif fiskal diperlukan saat ini, untuk bisa menarik para investor masuk ke Indonesia.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, menyatakan siap mendampingi para investor asal Singapura, yang akan berinvestasi dalam proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan. Sebagai bank pelat merah, BNI juga turut mempromosikan IKN, kepada para investor demi mendukung percepatan pembangunan. Direktur Utama Bank BNI Royke Tumilaar menuturkan, sejauh ini pembangunan IKN masih fokus pada pembangunan kantor-kantor pemerintah, sehingga pembiayaan masih bersumber dari anggaran negara.
“Sekarang pembiayaan masih dari pemerintah, nanti kita lihat dengan masuknya investor butuh pendamping, ya nanti kita akan review,” kata Royke saat ditemui Republika di Sands Expo and Convention Centre, Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (7/6/2023), seraya menjelaskan, fasilitas yang akan disiapkan BNI, salah satu dalam layanan transaksi. Perseroan dengan berbagai inovasi sistem digital, menginginkan agar seluruh transaksi nantinya dilakukan secara non tunai. Dengan dukungan sistem perbankan, seluruh aktivitas transaksi para investor akan dipermudah.
Pihaknya pun berharap dengan kelancaran pembangunan IKN, akan membawa perubahan bagi Indonesia. Pembangunan IKN juga telah dipastikan oleh pemerintah akan memperhatikan aspek lingkungan sehingga menjadi tempat tinggal yang sehat.
Sumber : Republika.co.id | Editor : Redaksi NSI
