Nusantara Satu Info
News POLITIK

Anies Capres NasDem, Lalu 3 Poros Koalisi Lainnya Bagaimana?

NSI.com, JAKARTA – Partai NasDem resmi mendukung Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden (capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024. Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dengan mengundang Anies ke markasnya, NasDem Tower, Jakarta Pusat, Senin (3/10).

Meski sudah punya Capres, namun untuk mulus memajukan Anies pada 2024, NasDem harus berkoalisi dengan partai lain. Pasalnya, syarat ambang batas pencalonan presiden yang diatur dalam UU Pemilu, diusung 25 persen suara sah nasional atau pemilik 20 persen kursi di DPR dari pemilu sebelumnya.

Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga berpendapat, momentum NasDem mengusung Anies sebagai capres, membuka peluang munculnya minimal lebih dari 2 poros koalisi di Pilpres 2024. “Minimal tiga poros, tapi bisa juga ada empat poros [koalisi],” kata Jamiluddin saat dihubungi, Senin (3/10).

Lebih lanjut Jamiluddin mengatakan, peluang lebih dari 2 poros bisa muncul, apabila komposisi rancangan koalisi parpol yang telah terbentuk saat ini tetap solid. Poros pertama dari koalisi NasDem, PKS, dan Demokrat.

NasDem, kata dia, tentu akan menggaet terlebih dulu PKS dan Demokrat, di mana keduanya belum memutuskan berlabuh ke koalisi mana pun sampai saat ini. Terlebih, para pimpinan ketiga parpol itu intens berkomunikasi belakangan ini yang disambut positif petinggi partai, terkait pencalonan Anies.

Bila terjadi, koalisi 3 parpol itu sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen. “Sangat besar peluangnya Demokrat dan PKS berkoalisi dengan NasDem. Tinggal mereka sepakati Cawapresnya,” kata Jamiluddin, seraya menambahkan isu cawapres di koalisi nantinya bakal lebih seksi. Mengingat tiap parpol pasti bakal mengajukan kader terbaiknya untuk mendampingi Anies. Namun, Ia menduga Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang berpeluang dipilih nantinya.

“Namun dilihat dari elektabilitasnya dari tiga partai itu, elektabilitas AHY paling tinggi. Karena itu peluang AHY menjadi cawapres lebih besar,” tambahnya.

Sementara itu, poros koalisi lainnya yakni antara Golkar, PPP dan PAN yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), Jamiluddin mengatakan poros ini ada kemungkinan bakal mengusung capres dari kader internal atau eksternal ketiga parpol tersebut. Koalisi ini sudah terbentuk, namun belum mengumumkan nama calon presidennya. “Poros KIB kemungkinan mengusung Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo atau sebaliknya,” katanya.

Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh bersama AniesBaswedang. foto istimewa.

Sedangkan poros ketiga kemungkinan diisi PKB dan Gerindra, poros ini menitikberatkan keputusan capres pada sosok Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Kemudian, PDIP sebagai partai pemenang pemilu 2019, satu-satunya partai yang bisa mengusung calon sendiri, namun ada peluang bisa berkoalisi dengan PKB dan Gerindra. Ia merujuk pada safari politik yang dilakukan Ketua PDIP Puan Maharani yang ditugaskan ibunya yakni Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. “Kalau hasil safari politik Puan Maharani tidak menghasilkan deal politik, maka bisa ada empat poros,” ujar Jamiluddin memprediksi.

Diketahui, Ketua DPP PDIP Puan Maharani belakangan ini kerap menggelar pertemuan dengan ketua umum parpol. Terakhir, Ia bertemu dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar. “Tapi kalau empat poros, maka PDIP menjadi poros sendiri. Mereka bisa mengusung Puan Maharani-Erick Thohir,” bebernya seraya menangakhiri pencakapannya bahwa rencana bangunan koalisi itu masih dinamis. Perkembangan politik Indonesia tak bisa lepas dari dinamika yang menyertai ke depannya.

Sumber : CNN Indonesia | Editor : Redaksi NSI

Related posts

PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 patriot88 patriot88 langit77 PATRIOT88 patriot88 slot gacor patriot88 patriot88 patriot88 patriot88 slot gacor