Nusantara Satu Info
POLITIK

OPINI : Akankah PDIP dan “Partai Gurem” Bentuk Poros di Pilgub Kaltim 2024

Partai Hanura pada Pilpres 2024, Secara Nasional telah Berkoalisi dengan PDI Perjuangan, bersama Partai Perindo. foto istimewa.

NSI.com – PEMILU Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang digelar serentak pada 27 November 2024 mendatang, khususnya di Kalimantan Timur, sepertinya bakal membuat catatan tersendiri sepanjang sejarah Pilkada di Kaltim, manakala pasangan Rudy Masud-Seno Aji, “memborong” partai parlemen.

Pada gelaran pilkada sebelumnya, disejumlah daerah memunculkan beberapa calon ‘boneka’, agar pasangan Cabup dan Cawabup di Pilkada tidak melawan Kotak Kosong. Namun pada Pilgub Kaltim tahun ini, sepertinya sulit menciptakan calon boneka, karena salah satu calon petahanan Isran Noor-Hadi Mulyadi tidak tinggal diam, terus berjuang mendapatkan perahu, agar bisa maju di Pilkada serentak 2024.

Pertanyaanya, akankah dua parpol parlemen yang masih belum menetapkan dukungannya yakni PDI Perjuangan, dengan 9 kursinya mampu membentuk koalisi bersama partai Demokrat yang memiliki 2 kursi, untuk mengusung Isran-Hadi.

Bendera Partai Perindo. foto istimewa.

Atau sebaliknya, salah satu dari mereka, katakannya partai Demokrat memilih bergabung dengan 7 parpol yang telah terlebih dahulu menambatkan pilihannya kepada Paslon Rudy Masud-Seni Aji, dengan jumlah kursi mencapai 44, dengan rincian Partai Golkar sebanyak 15 kursi, Gerindra 10 kursi, PKB 6 kursi, PKS dan PAN masing-masing 4 kursi, Nasdem 3 kusi dan PPP 2 kursi, plus PSI ini, jika ditambah 2 kuri lagi, menjadi 46 kursi, ini jauh lebih dari cukup untuk mengusung pasangan calon.

Jika itu terjadi, mungkinkan calon petahana bisa maju, dengan hanya didukung PDI Perjuangan, yang memiliki 9 kursi?. Jawabannya, tentu masih bisa dan dimungkinkan, untk membentuk poros baru, dengan menggandeng minimal 4 partai politik non parlemen, agar bisa aman maju di Pilkada Kaltim. Apabila ini terjadi, maka pasangan Rudy-Seno, akan kesulitan untuk menang mudah di Pilkada nanti.  Bisa saja pada hari H pemilihan tumbang melawan petahana, lantaran hingga saat ini, kabarnya hasil survei, elektabilitas calon petahanan Isran Noor masih unggul, ketimbang Rudy Mas’ud.

Oleh karenanya, melihat kondisi reel seperti ini, maka tak salah Paslon Rudy Masud-Seno Aji berihtiar untuk mengambil Parpol yang punya kursi di DPRD Kaltim, tujuannya tak lain untuk ‘menghabisi’ kandidat lain, agar tak mendapatkan perahu. Okelah, katakanlah, partai Demokrat berhasil diambil Paslon Rudy-Seno, dengan meninggalkan satu Parpol PDI Perjuangan dengan 9 kursinya, mungkin banyak yang berpikir habislah Isran Noor, pada Pilkada 2024 ini.

Bendera Partai Gelora. foto istimewa.

Heh, jangan salah, untuk “mengandang Isran Noor” maju belumlah aman, jika Paslon Rudy-Seno lengah, maka calon Petahana dimungkinkan masih bisa maju, sebab jika memang benar PDI Perjuangan solid mendukung Isran Noor, maka Asa itu masih ada.

Namun persoalannya akankah Isran Noor mau meninggalkan Hadi Mulyadi yang sejak dari awal menjadi tandem untuk maju berpasangan di Pilkada serentak 2024. Sementara PDI Perjuangan, memiliki calon kuat untuk menjadikan Bupati Kukar Edi Damansyah, sebagai kandidat Wakil Gubernur mendampingi petahana. Ini menjadi dilema dan bak buah simalakama?

Akan tetapi upaya terakhir ini, “terpaksa” harus dilakukan, dengan mengambil langkah strategis, mau tidak mau, suka tidak suka, meninggalkan wakil petahana (jika PDIP majukan Edi Damansyah) dan gandeng sejumlah partai ‘gurem’ non parlemen, untuk mencari minimal 2 kursi, dengan mengkonversi penggabungan sejumlah suara Parpol, menjadi kursi.

Bendera Partai PKN. foto istimewa.

Berdasarkan hasil Pemilu 2024, ada 4 Parpol bisa digandeng yang memiliki suara lumayan banyak, yakni Partai Gelora dengan perolehan suara sebanyak 41.156, Partai Hanura memeroleh 30.231 suara, partai Perindo memeroleh 16.621 suara dan partai Kebangkitan Nasional (PKN) dengan perolehan suara sebanyak 12.366. Dengan digabungkannya 4 parpol ini, jumlahnya mencapai 100.374 suara, maka suara ini jika dikonversi ke kursi, bisa mendapatkan 3 kursi.

Melalui penggabungan Parpol Nonparlemen inilah, satu-satunya jalan agar Isran Noor bisa berkontestasi di Pilkada Serentak 2024. Dengan kata lain, Isran masih punya celah untuk maju pada Pilkada Serentak 2024, meski Parpol Parlemen diborong pasangan Rudy Masud-Seno Aji. Sekarang pilihan dan keputusan ada di tangan Isran Noor, dengan mengedepankan hal yang realistis dan mengesampingkan ego dan tentu pasti ada yang harus dikorbankan.

Penulis : Suarno

Related posts

PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 PATRIOT88 patriot88 patriot88 langit77 PATRIOT88 patriot88 slot gacor patriot88 patriot88 patriot88 patriot88 slot gacor