Nusantara Satu Info
IKN NUSANTARA Nasional

2 Investor Singapura Bidang Energi Terbarukan akan Masuk IKN

Proyek pembangunan Istana Presiden di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Kabupaten Penajem Pasert Utara, Kalimantan Timur, Kamis 8 Juni 2023. Progres pembangunan IKN menurut Kementerian PUPR sudah mencapai 29,87 persen hingga 4 Juni 2023 dan pembangunan ini menggunakan anggaran dari total pagu tahun 2023 sebesar Rp 26,67 triliun. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah

NSI.com, JAKARTA – Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mengklaim semakin banyak investor luar negeri, berprogres untuk menanamkan modal di proyek IKN. Teranyar, ada 2 investor Singapura menandatangani  non disclosure agreement (NDA) atau perjanjian kerahasiaan rencana kerja sama pada Kamis (8/6/2023). “NDA ini menjadi tahapan penting, karena untuk menyusun feasibility study (FS),” jelas Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, Minggu (11/6/2023).

Untuk bisa memutuskan modal yang akan ditanamkan, imbuh Agung, investor membutuhkan proses FS untuk memberikan besarnya return of investment (ROI) atau imbal hasil investasi.  “Untuk proyek di IKN, tentu perlu feasibility study yang spesifik,” katanya, seraya menyebutkan adapaun 2 investor Singapura yang baru menandatangani NDA tersebut, adalah State Power Investment Corporation (SPIC) dan JOE Green Pte Ltd, bergerak di bidang energi baru terbarukan dan pengelolaan limbah.

Kedua perusahaan Singapura tersebut, termasuk yang sejak awal menunjukkan dukungan besar kepada IKN Nusantara. Tak hanya memberikan Letter of Intent (LoI), mereka juga turut serta dalam ‘Singapore Business Mission to Nusantara’ yang diselenggarakan oleh KBRI pada 31 Mei 2023, untuk melihat langsung progres pembangunan Ibu Kota Nusantara. Kedua investor Singapura itu sejalan dengan sektor prioritas utama Otorita IKN. “Nusantara bertujuan membangun hingga 7,16 gigawatt dari pembangkit listrik dengan energi terbarukan, untuk menampung 1,9 miliar penduduk di tahun 2045,” kata Agung.

Akhir Mei lalu, Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, sempat mengumumkan ada 220 letter of intent (LoI) atau komitmen awal untuk berbisnis, yang sudah diterima pemerintah Indonesia dari para calon investor. “Kami dapat lebih dari 220. Tapi dari letter of intent yang kemudian akan digarap di lapangan butuh waktu,” kata Bambang dalam acara Sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2023 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Mei 2023.  Hanya saja, dia belum mau menyebut berapa kisaran nilai dari LoI yang diterima itu. Dia hanya mengatakan hanya mengatakan 24 di antaranya berasal dari investor Jepang yang ditemui saat agenda KTT G7 di Hiroshima.

Meski mengklaim peminat investasi di IKN tinggi, namun Bambang menekankan bahwa realisasinya membutuhkan waktu. Sebab, investor yang ingin melakukan investasi ingin agar segalanya dikalkulasikan. Khususnya, tingkat profitabilitas, tingkat risiko, praktiknya, dan kapan harus memulai di lapangan. Kendati demikian, ia menilai LoI yang diterima membuat pemerintah Indonesia dapat memetakan bidang yang diminati para investor. Misalnya, investasi energi, transportasi, pusat perbelanjaan atau mall, rumah sakit, hingga fasilitas pendidikan.

Sumber : Tempo.co | Editor : Redaksi NSI

Related posts