NSI.com, JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan bahwa, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur dan daerah penyangga seperti Kalimantan Tengah. Dampaknya akan menciptakan banyak lapangan kerja baru. Namun, masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, sebab terbukanya lapangan pekerjaan akan ikut bertransformasi di masa perkembangan teknologi Industri 4.0, sehingga akan banyak pekerjaan tumbuh maupun hilang yang disebabkan perkembangan teknologi. “Kemahiran dalam dunia digital menjadi penting untuk dapat bekerja di smart city (kota pintar) di IKN,” terang Afriansyah Noor.
Oleh karenanya, sambung Afriansyah, kesiapan angkatan kerja Indonesia untuk menyongsong visi IKN sebagai “Kota dunia untuk semua” tentu belum memadai, karena dihadapkan pada sejumlah tantangan. Apalagi tingkat partisipasi angkatan kerja masih rendah yakni sekitar 68,63 persen atau 143,72 juta orang. “Dari jumlah tersebut, yang bekerja secara penuh atau lebih dari 35 jam per minggu, sekitar 92,63 juta orang dan masih ada sekitar 42,67 juta orang yang hanya bekerja di bawah 35 jam. Ini menunjukkan pemborosan sumber daya, sehingga diperlukan solusi tepat,” tutur Wamenaker itu.
Melihat banyaknya tantangan di sektor ketenagakerjaan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah menyiapkan berbagai macam program pembangunan SDM. Yakni menyusun inovasi terdiri dari 9 Lompatan arah kebijakan ke depan, bertujuan memperbaiki kondisi dan ekosistem ketenagakerjaan secara menyeluruh. Adapun 9 lompatan itu, terdiri atas transformasi BLK, hubungan dan kecocokan ketenagakerjaan, transformasi program perluasan kesempatan kerja, pengembangan talenta muda, perluasan pasar kerja luar negeri, visi baru hubungan industrial, reformasi pengawasan, ekosistem digital SIAP Kerja, hingga reformasi birokrasi.
Sumber : Tempo.co | Editor : Redaksi NSI
