JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda, mengaku partainya telah legowo untuk mengisi posisi calon wakil presiden (cawapres) dalam rencana koalisi bareng Partai Gerindra.
“Ya tentu sampai hari ini kan dari berbagai pertemuan kita tidak ada, belum ada figur lain selain Pak Prabowo dan Gus Muhaimin,” katanya belum lama ini.
Menurutnya, posisi cawapres bagi PKB dalam rencana koalisi bareng Gerindra merupakan etika politik. Sebagai pemilik kursi lebih banyak dari PKB, Huda menganggap wajar andai Gerindra mengajukan Prabowo sebagai capres. Sementara partainya, hanya mengantongi 58 kursi di parlemen hasil pemilu 2019. Jumlah itu kalah dari Gerindra dengan 78 kursi. Namun, gabungan suara atau kursi kedua partai telah memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden sebanyak 20 persen.
“Jadi kalau Gerindra ngambil kursi capres ya itu wajar. Dan PKB ngambil posisi cawapres sangat wajar. Karena bagian dari fatsun politik,” imbuhnya.
Rencananya, sambung Huda, koalisi kedua partai akan dideklarasikan usai Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerindra 13 Agustus mendatang. Namun, Huda enggan mengungkap tanggal pasti deklarasi yang akan digelar di sekitar Jakarta. “Nanti mungkin akan kita umumkan seminggu ke depan,” katanya.
Sumber : CNN Indonesia | Editor : Suarno
