Nusantara Satu Info
KOMUNITAS POLITIK

Pakar Komunikasi Nilai Kriteria Capres Jokowi Ada Pada Airlangga Hartarto

Presiden Jokowi menghadiri Puncak Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia di Istora Senayan Jakarta, Minggu (14/5) (Istimewa)  

NSI.com, JAKARTA – Pengamat Komunikasi politik, Emrus Sihombing menilai, sejumlah kriteria capres yang diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada Musyawarah Rakyat (Musra) yang digelar Relawan Jokowi, yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) belum lama ini, mengarah pada Airlangga Hartarto. Emrus menilai, Menko Perekonomian ini, memiliki keberanian dalam mengambil kebijakan dan dinilai memiliki kemampuan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, menjadi keunggulan ketua umum DPP Partai Golkar tersebut.

“Semua syarat yang dikatakan Presiden Jokowi ada pada Airlangga Hartarto. Salah satu keberaniannya mengambil kebijakan ekonomi yang baik saat covid-19, sehingga perekonomian terjaga dengan baik,” ujarnya saat dihubungi Selasa (16/5/2023), sembari mengatakan kebijakan ekonomi yang dilakukan Airlangga tahun 2021, yakni mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar yang signifikan.

Disebutkannya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal II 2021, mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 7,07 persen. Angka itu menjadi yang tertinggi dalam 17 tahun terakhir atau sejak 2004. Kemudian sejak Covid-19 hingga saat ini, Indonesia tidak mengalami kelesuan ekonomi seperti yang terjadi beberapa negara di dunia akibat pandemi. “Sebaliknya, secara makro pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat luar biasa,” ujarnya.

Emrus lebih lanjut memberikan penilaian bahwa Airlangga termasuk yang berani menghadapi persaingan global. Hal tersebut dapat dilihat ketika Airlangga sering bicara terkait dengan bonus demografi, dan langkah langkah yang tepat untuk membangun ekonomi kedepan. Syarat berikutnya, dekat dengan rakyat. Definisi dekat dengan rakyat adalah ketika pejabat itu melakukan kinerjanya dengan baik, sehingga dia bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Kebijakan programnya, kinerjanya meningkatkan kesejahteraan rakyat, itu yang diartikan dekat  dengan rakyat, bukan diartikan dekat secara fisik,” ujarnya.

Presiden Jokowi hadir di puncak musyawarah rakyat (Musra) Indonesia yang digelar di Istora, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/5/2023). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Berdasarkan catatan, sejumlah kebijakan Airlangga pro rakyat selama menjadi Menko perekonomian, seperti Program Kartu Pra Kerja sampai alokasi anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sampai 128 triliun lebih. Emrus juga mengatakan Airlangga memiliki kepemimpinan yang kuat. Sebagai ketua umum partai Airlangga mampu menjaga solidalitas. Hal ini terlihat dengan tidak ada lagi perpecahan di internal partai. “Dia bisa merangkul faksi-faksi yang ada di DPR di Golkar, sehingga sekarang menyatu. Kalau dia  Presiden, kepemimpinannya akan membuatnya mampu merangkul berbagai kekuatan politik yang ada di Indonesia” tegas Emrus.

Seperti diketahui, hasil Musra memunculkan 3 nama capres yakni Airlangga Hartarto, Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Politikus PDIP Ganjar Pranowo. Dalam acara Puncak Musra, Jokowi menyinggung kriteria pemimpin. Misalnya, pemberani, dekat dengan rakyat dan mampu menangani ketidakpastian ekonomi global ke depan.

Menanaggapi hal itu, Nusron Wahid menilai, kriteria diungkapkan Jokowi tersebut mengarah pada pasangan 2 menteri Jokowi, yakni Prabowo sebagai Menhan dan Airlangga sebagai Menko Perekonomian.  Jokowi  menekankan kepada presiden terpilih nanti, harus berani mengindustrikan bahan-bahan mentah, sehingga dapat memberikan nilai tambah. Oleh karena itu, Jokowi menekankan kalau hilirisasi harus dilakukan.

“Kita tahu, Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah bukan hanya urusan tambang, bukan hanya barang mineral bukan, produk sumber daya laut sangat melimpah. Komoditas pertanian, perkebunan, melimpah bertahun-tahun ekspor dalam bentuk bahan mentah. Ini kekeliruan yang tak boleh kita ulang lagi,” ujarnya di depan acara Musra Relawan di Jakarta, Minggu, 14 Mei 2023, seraya berpesan kepada pemimpin selanjutnya, agar berani meneruskan hilirisasi indrustri. “Pemimpin akan datang harus industrikan bahan-bahan menta itu, sehingga hilirisasi itu harus dilakukan apa pun risikonya,” ujar Jokowi berapi-api.

Sumber : Liputan6.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts