Nusantara Satu Info
Uncategorized

Menkoekoin Pamer, RI Bakal Punya Ibu Kota Baru di Forum B20

Foto: Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara B20 Summit, Nusa Dua, Bali 14 November 2022 (Tangkapan Layar Youtube Kadin Indonesia)

NSI.com, JAKARTA – Pemerintah Indonesia sedang membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, dimulai dengan infrastruktur dasar pendukung kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP). Terkait pembangunan IKB tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pun memamerkan kepada sejumlah delegasi yang hadir di forum B20 Summit di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11/2022).

“Ibu kota baru di Kalimantan yakni IKN mengusung konsep keberlanjutan, smart mobility, dan smart city, dan didukung oleh kualitas infrastruktur dan pengembangan SDM,” kata Airlangga seraya menambahkan bahwa transformasi bisnis juga harus bersifat berkelanjutan dengan  memerhatikan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG), yang diadaptasi pada pembangunan IKN Nusantara.

Menurutnya, Indonesia telah mampu melewati revolusi hijau dan menghindari kelaparan, kemiskinan, melalui inovasi produk agrikultur. “Di masa depan kita juga harus menyiapkan revolusi hijau dan inovasi untuk melakukan transformasi besar melalui digital ekonomi,” tambah Airlangga.

Infrastruktur dasar dan paling awal dibangun di IKN Nusantara adalah sumber air. Pusat penampungan air di IKN jadi proyek yang kemajuannya paling pesat saat ini, dibandingkan yang lain karena akan jadi nyawa ibu kota baru nantinya.

Saat ini, Kementerian PUPR sedang melanjutkan pembangunan infrastruktur dasar pendukung KIPP IKN Nusantara meliputi jalan dan jembatan, bendungan, drainase, intake air baku, hunian bagi pekerja serta penyiapan lahan kawasan (land development).

Pembangunan infrastruktur IKN Nusantara dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan harapan Presiden Jokowi dengan mengusung konsep “Future Smart Forest City of Indonesia” sehingga tetap memperhatikan aspek lingkungan. Pada tahap awal di tahun 2022-2024, pembangunan yang akan menjadi prioritas Kementerian PUPR meliputi KIPP seluas 6.671 hektare.

Sumber : CNBC Indonesia | Redaksi NSI

Related posts