NSI.com, JAKARTA – Masa jabatan Jenderal Andika Perkasa, sebagai Panglima TNI tinggal 2 bulan lagi, akan memasuki masa pensiun pada 21 Desember 2022 mendatang. Dengan demikian, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) harus mulai memikirkan siapa perwira tinggi yang pantas menggantikan Andika di pucuk kepemimpinan TNI tersebut.
Ditemui usai upacara peringatan HUT TNI ke-77 di Istana Merdeka, Jakarta, Andika menyatakan Presiden RI Jokowi biasanya menentukan Panglima TNI, tanpa pembahasan sejak jauh hari. “Sejauh pengalaman saya, presiden enggak pernah jauh-jauh hari ngomong, enggak pernah, beliau pasti mendadak,” kata Andika menjawab pertanyaan ada tidaknya komunikasi dengan presiden soal bursa Panglima TNI, Rabu (5/10)
Ketika ditanya soal wacana perpanjangan masa jabatannya, Andika menolak untuk menjawab.
“Waduh itu bukan kewenangan saya,” kata mantan KSAD tersebut.
Belakangan, salah satu nama yang disebut-sebut berpeluang menggantikan Andika adalah Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono yang juga akan memasuki masa pensiun pada 2023 mendatang. Yudo menjadi salah satu favorit, karena merujuk pada rotasi matra untuk menjadi Panglima TNI.
Selain itu, peneliti Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, peluang Yudo terbuka salah satunya karena selama pemerintahan Presiden Jokowi, belum pernah ada Panglima TNI dari matra laut.
“Meski tidak ada ketentuan normatif mengharuskan pergiliran di antara ketiga matra, namun hal itu penting untuk dipertimbangkan,” kata Fahmi beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Yudo telah merespons hal itu dan Ia tidak mau berandai-andai soal namanya yang disebut-sebut berpeluang. Menurutnya, pemilihan Panglima TNI adalah hak prerogatif presiden. “Selalu saya sampaikan itu adalah hak prerogatif presiden. Jadi kita tidak bisa berandai-andai, tidak bisa menduga-duga,” tandas Yudo.
Sumber : CNN Indonesia | Editor : Redaksi NSI
