NSI.com, JAKARTA – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, dinilai mampu memberikan dampak positif bagi berbagai sektor terutama pada sektor Ekonomi. Pernyataan tersebut, dilontarkan Pengamat Ekonomi Sigmaphi Indonesia, Hardy R Hermawan, bahwa proyek IKN ini akan memberikan dampak bagi pemerataan pembangunan Indonesia. ”Pembangunan IKN akan berdampak pada pemerataann pembangunan di Indonesia,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Hardy menuturkan, megaproyek IKN ini akan mampu mengurangi beban Kota Jakarta, terutama daya dukung lingkungannya yang terbebani dengan sangat masif. Untuk itu, dengan pemindahan Ibu Kota, maka Kota Jakarta mampu untuk memulihkan kawasan lingkungannya. ”Ini juga bisa menjadi kesempatan untuk Jakarta dalam memperbaiki kawasan disana,” imbuh Hardy.
Sementara itu, Direktur Utama PT Amarta Karya (Persero) Nikolas Agung SR, menambahkan bahwa megaproyek IKN Nusantara ini akan mengubah wajah Indonesia di mata dunia. Pasalnya, pembangunan Kawasan IKN akan memadukan 3 konsep perkotaan yakni sebagai kota hutan (forest city), kota spons (sponge city) dan kota cerdas (smart city).
”Seperti diketahui bahwa sudah banyak negara di dunia sudah menerapkan tiga konsep tersebut. Inilah saatnya Indonesia, agar tampil lebih bagus di mata dunia internasional,” kata Nikolas, sembari mengatakan bahwa perpindahan Ibu kota akan berdampak pada pemerataan pembagunan Indonesia dan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. ”Kita tahu bahwa pembangunan maupun perputaran ekonomi terpusat lebih banyak di pulau jawa, khususnya di Jakarta,” imbuhnya.
Nikolas lebih lanjut meyakini bahwa percepatan pembangunan IKN Nusantara, membuat masyarakat antusias dalam berlomba-lomba untuk sama-sama mendukung pembangunan IKN Nusantara di Kaltim. Saya meyakini masyarakat setempat berusaha keras untuk meningkatkan kapabilitas, kemampuan dan keahliannya, sehingga mereka dapat berpartisipasi aktif bersama-sama dengan masyarakat lainnya datang dari seluruh penjuru Indonesia, maupun dunia untuk mendukung berdirinya IKN di provinsi Kaltim,” tandasnya.
Sumber : Radar Sampit | Editor : Redaksi NSI
