Nusantara Satu Info
IKN NUSANTARA Nasional

Hingga Juni, 22 Paket Proyek Pembangunan IKN Sudah Terkontrak

Foto udara suasana proyek pembangunan Rumah Tapak Jabatan Menteri di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (28/2/2023).

NSI.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan, hingga 16 Juni 2023, sebanyak 22 paket proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sudah terkontrak. “Untuk IKN, totalnya ada 88 paket dengan total nilai proyek sebesar Rp 8,46 triliun, dimana terdapat 26 paket belum ditender, dan ada 40 paket dalam proses tender. Sedangkan yang sudah terkontrak ada 22 paket dengan total nilai proyek mencapai Rp 2,68 triliun dari 88 paket,” jelas Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Rachman Arief Dienaputra, di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (20/6/2023).

Lebih lanjut Rachman Arief menambahkan, paket pembangunan IKN yang sudah terkontrak itu, kebanyakan dari sektor sumber daya air, bina marga, cipta karya dan  perumahan. Sedangkan untuk 40 paket IKN dengan total nilai Rp 1,64 triliun yang dalam proses tender, terdiri dari 34 paket belum penetapan dan 6 paket sudah penetapan pemenang. Dari total paket 88 untuk IKN tersebut sifatnya masih sementara dan bisa jadi ke depannya akan bertambah.

Terkait dengan material konstruksi berkelanjutan, Ditjen Bina Konstruksi berupaya memastikan pembangunan IKN menggunakan material ramah lingkungan. “Ada beberapa upaya kita untuk memastikan badan usaha, menggunakan material yang ramah lingkungan,” kata Rachman Arief seraya menandaskan, bahwa beberapa material konstruksi ramah lingkungan, seperti semen Non Ordinary Portland Cement (Non OPC), beton pracetak, dan material bersifat green construction. “Harapannya seperti itu. Nanti kita upayakan semuanya berkelanjutan,” ungkapnya.

Sesuai dengan Visi IKN sebagai smart forest city, itu menjadi panduan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pembangunan infrastruktur IKN sendiri,  dilaksanakan secara bertahap dengan mengusung dan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Pada tahap awal 2022-2024, pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas Kementerian PUPR adalah Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). IKN Nusantara nantinya akan memiliki 70 persen area hijau, 80 persen transportasi publik, dan pengurangan suhu dua derajat.

Jarak tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya di Kompleks IKN. diprediksi hanya membutuhkan waktu 10 menit. Sehingga IKN akan menjadi kota inklusif, terbuka, dan ramah bagi seluruh kalangan masyarakat untuk hidup berdampingan.

Sumber : Republika.co.id | Editor : Redaksi NSI

Related posts