Nusantara Satu Info
POLITIK

Hasto PDIP Sebut 3 Kader Terbaik untuk Maju Pilpres 2024

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. foto istimewa

JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum menentukan nama calon presiden yang akan diusung pada di Pilpres 2024 mendatang. Kendati demikian, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, menyebut partai banteng moncong putih ini tidak kekurangan kader untuk diajukan sebagai capres.

Hasto lantas menyebut sejumlah nama kader-kader terbaik partainya, yakni ada 3 nama di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Sosial Tri Rismaharani, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Ketua DPR dengan pengalaman yang sangat luas, kemudian Bu Risma sebagai Mensos, dan Pak Ganjar sebagai Gubernur. Semua unjuk kinerja itu yang harus dilakukan oleh seluruh kader partai dari PDI Perjuangan,” kata Hasto melalui laman Instagram resmi PDIP, beberapa hari lalu.

Selanjutnya, sambung Hasto, bu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan menilai kinerja kader-kader PDIP, untuk kemudian dicalonkan menjadi pemimpin bangsa ke depan. “Siapa yang berkerja dan mengangkat harkat martabat bangsa di situ rakyat akan memberikan apresiasi. Nah, itulah yang nanti akan dinilai oleh Ibu Megawati,” ujar Hasto.

Hasto sebelumnya berkali-kali menyebut, partainya tidak tertarik mengusung tokoh di luar partai dan lebih mengutamakan mengusung kader internal di Pilpres 2024. “Sebagai partai yang dua kali menang Pemilu berurutan, tentu saja PDIP berjuang agar kader PDIP dapat menempati posisi terbaik, dan diperjuangkan sebagai calon presiden. PDIP tidak mudah tergoda untuk mencalonkan pihak lain, karena dalam perspektif kepartaian, idealnya menyiapkan calon pemimpin itu melalui proses kaderisasi partai,” imbuh Hasto.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut PDIP tidak ingin buru-buru menentukan capres tanpa pertimbangan matang. Toh, ujar dia, Pemilihan Presiden 2024 masih dua tahun lagi. “Ya sabarlah sedikit. Kan masih lama, dua tahun lagi, ya boleh dong saya umpetin aja dulu. Saya sebagai ketua umum harus berhitung, dan perhitungan saya belum selesai,” ujar Mega saat berada di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Sumber : Tempo.co | Editor : Redaksi NSI

Related posts