NSI.com, MEDAN – Gempa bumi berkekuatan 5,8 Skala Richter yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, pada Sabtu (1/10) lalu, mengakibatkan ribuan rumah penduduk termasuk fasilitas lainnya di 9 kecamatan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), gempa tersebut mengakibatkan 1.316 rumah warga dan tempat ibadah, sekolah serta kantor pemerintah rusak.
Kerusakan terparah dan terbesar akibat gempa bumi di episentrum koordinat 2,11 derajat Lintang Utara ; 98,83 derajat Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer tersebut berada di Ibu Kota Tapanuli Utara, yakni Kecamatan Tarutung, sebanyak 475 rumah warga, 13 unit tempat ibadah, 15 ruas jalan, 8 sekolah, 5 kantor pemerintah dan 5 saluran irigasi mengalami kerusakan.
Selain di Kecamatan Tarutung, 8 kecamatan lainnya yang terkena gempa diantaranya Sipoholon, Siatasbarita, Parmomangan, Pagaran, Pahae Jae, Pahae, Julu, Siborongborong, dan Sipahutar. “Di Kecamatan Parmonangan ada 313 rumah rusak, namun detail kerusakannya sedang disurvei tim.” kata Kepala BPBD Tapanuli Utara Bonggas Pasaribu, Minggu (2/10).
Total kerusakan di 9 kecamatan yang terdata hingga minggu siang, yakni 1316 rumah warga; 72 rumah ibadah, 31 ruas jalan; 9 jembatan; 23 fasilitas pendidikan; 3 unit fasilitas kesehatan; 23 kantor pemerintahan; 35 suluran irigasi; 9 fasilitas air bersih; 3 unit kantor swasta dan lain – lain. “Angka ini bisa bertambah seiring pendataan masih berjalan. Adapun korban jiwa terdata 1 meninggal dan 24 luka – luka.” ujar Pasaribu.
Senada dengan Pasribu, Pelaksana tugas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Tapanuli Utara, Daryono menjelaskan bahwa gempa terjadi pada koordinat 2,11 derajat Lintang Utara; 98,83 derajat Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, pada kedalaman 10 kilometer. Dengan memperhatikan lokasi episentrum dan kedalaman hiposenternya, maka gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal, akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatera segmen Renun.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” ujar Daryono seraya menambahkan Gempa Tapanuli Utara ini dirasakan di Kota Tarutung dan sekitarnya dengan skala intensitas VI MMI atau getaran dirasakan oleh semua penduduk.
Sumber : Tempo.co | Editor : Redaksi NSI
