Nusantara Satu Info
IKN NUSANTARA Serba Serbi

Ditjen Bina Marga PUPR Beberkan Progres Pembangunan Infrastruktur IKN

Kepala Otorita Sebut IKN Akan Dihuni 200 Ribu Penduduk pada 2024. foto istimewa.

NSI.com, JAKARTA -Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Satrio Sugeng Prayitno, membeberkan rencana dan progres pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, mulai dari jalan tol, jembatan pulau Balang, Ring Road IKN hingga sumbu Kebangsaan.

Ditambahkan Satrio, salah satu tujuan pembangunan dilakukan Ditjen Bina Marga, adalah untuk meningkatkan mobilitas menuju IKN dari Bandara Sepinggan, Balikpapan.  “Mobilitas melalui pembangunan jalan Tol Balikpapan, Pulau Balang, Inner Ring Road IKN, hingga Sumbu Kebangsaan semakin meningkat,” jelas Satrio pada Senin (14/11) lalu.

Lanjut dikatakan Satrio, pembangunan kedua untuk meningkatkan aksesibilitas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), yakni melalui pembangunan jalan logistik sepanjang 10,33 kilometer. Hal itu, kata Satrio, guna menunjang pembangunan infrastruktur lainnya.  Sedangkan pembangunan jalan tol dan pembangunan jalan di dalam KIPP sudah dimulai dan pada akhir 2024, jalan tersebut sudah dapat terakses dari Bandara Sepinggan menggunakan jaringan jalan tol.

Sementara pembangunan jalan logistik sepanjang 5,775 km di dalam kawasan IKN juga telah dimulai, bahkan jalan tersebut selesai pada tahun ini dan dapat dipergunakan sebagai jalan kerja, bagi pembangunan Istana Presiden, perkantoran, rumah susun serta infrastruktur dasar lainnya.

Lebih lanjut Satrio, mengatakan pembangunan konstruksi jalan di IKN menggunakan material timbunan lokal dari hasil galian. Namun, ia menuturkan tidak semua hasil galian dapat digunakan dan dimanfaatkan. Sehingga sebagian material didatangkan dari kawasan di sekitar lokasi pekerjaan, termasuk material batu pecah dan kayu yang diambil dari daerah Penajam Paser Utara.

Selain soal pemanfaatan material lokal, ia menilai pembangunan konstruksi jalan di IKN, juga mempertimbangkan proses ramah lingkungan. Caranya, menstabilisasi daerah terbuka dengan penghijauan, pemotongan pohon secara selektif dan menggunakan semen hidrolis untuk menekan pencemaran CO2.

Sementara untuk pembangunan konstruksi jalur sepeda, menggunakan beton poros guna menghindari genangan yang cukup lama. Sehingga mendukung keselamatan pengguna sepeda dan batu andesit pada jalur pejalan kaki. “Konstruksi jalur sepeda dan pejalan kaki dibuat dengan mempertimbangkan konsep ten minutes city,” ucap Satrio.

Saat ini, sambungnya, Kementerian PUPR tengah menyiapkan sertifikasi tenaga lokal melalui pelatihan. Harapannya, PUPR mendapatkan tenaga lokal terampil dan dapat bekerja sesuai standar pada pekerjaan konstruksi di IKN. Demikian pula tenaga operator alat, PUPR akan menggunakan tenaga lokal secara bertahap. Dengan begitu, pembangunan IKN akan berdampak langsung terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat di sekitar IKN.

Namun, Satrio mengaku belum bisa memberi data kuantitatif ihwal dampak ekonomi, dari pembangunan infrastruktur IKN terhadap masyarakat lokal. Tetapi secara visual, kata dia, pembangunan IKN di Kecamatan Sepaku telah banyak memberikan dampak positif, seperti pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Sepaku.

Sumber : Tempo.co | Editor : Redaksi NSI

Related posts