Nusantara Satu Info
IKN NUSANTARA Nasional

Bina Marga Minta Tambahan Dana Pembangunan Bandara VVIP di IKN Nusantara

Foto Pembangunan infrasruktur di IKN.(Dok. Kementerian PUPR.)

NSI.com, JAKARTA – Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR mengusulkan penambahan anggaran tahun 2024, untuk membangun bandara VVIP di IKN Nusantara dari pagu indikatif sebelumnya sebesar Rp 49 triliun. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Selasa (04/07/2023). “Kita akan coba mengusulkan tambahan anggaran TA 2024, karena pagu indikatif sebesar Rp 49 triliun belum mengakomodir penugasan Perpres No. 31 Tahun 2023, mengenai percepatan pembangunan dan pengoperasian Bandara VVIP untuk mendukung IKN,” terangnya dikutip dari laman Kementerian PUPR.

Namun, Hedy belum menyebutkan, berapa besar  tambahan dana yang diusulkan, serta rincian pekerjaan yang akan dibangun pada Bandara VVIP IKN. Meski begitu, gambaran umum mengenai pekerjaan yang akan dilakukan Kementerian PUPR, tertera dalam Perpres No. 31 Tahun 2023. Di dalam Pasal 5 tertulis, Presiden menugaskan Menteri PUPR bersama Menteri Perhubungan untuk membangun Bandara VVIP IKN. Terkait tugas diberikan kepada Menteri PUPR, hal itu tertera dalam Pasal 4, meliputi:

  1. Menyusun perencanaan desain teknis/rencana teknis rinci pembangunan fasilitas sisi udara (landas pacu, runway strip, Runway End Safety Area/RESA, stopway, clearway, landasan hubung, serta landasan parkir), dan jalan akses menuju Bandara VVIP;
  2. Melaksanakan konstruksi berupa pembangunan fasilitas sisi udara;
  3. Melaksanakan konstruksi berupa pembangunan jalan akses menuju Bandara VVIP.

Selain untuk Bandara VVIP IKN, penambahan anggaran tahun 2024 yang diusulkan Ditjen Bina Marga, juga untuk penugasan penyelesaian pembangunan sejumlah ruas tol IKN. “Kemudian penugasan untuk pembangunan jalan tol akses IKN seksi 6A, 6B, 6C, seksi 1, dan seksi 5B yang ditargetkan selesai pada 2024,” tandas Hedy.

Rincian Alokasi Dana Tahun 2024 Hedy menjelaskan, pagu indikatif pada TA 2024 sebesar Rp 49 triliun tersebut, dialokasikan untuk infrastruktur jalan sebesar Rp 17,24 triliun; infrastruktur jembatan Rp 2,68 triliun; infrastruktur IKN Rp 11,86 triliun. Kemudian, preservasi jalan dan jembatan dan off pavement Rp 3,75 triliun; pembangunan jembatan gantung Rp 0,68 triliun; peningkatan konektivitas jalan bebas hambatan sepanjang 44,37 km Rp 4,56 triliun. “Lalu, peningkatan aksesibilitas flyover, underpass, terowongan sepanjang 1.483 meter Rp 0,42 triliun, preservasi jalan dan jembatan nasional Rp 5,42 triliun, dan dukungan manajemen Rp 2,39 triliun,” pungkas Hedy.

Sumber : Kompas.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts