JAKARTA – Pemerintah membuka Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap 2 bagi masyarakat kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Titik Nol IKN Nusantara, Kamis (4/8) lalu. Kepala Otorita IKN Bambang Susantono menyatakan, pelatihan ini digelar supaya masyarakat lokal dapat benar-benar berpartisipasi dalam pembangunan IKN.
“Harapan kami di Otorita, semua saudara-saudara yang berada di sekitar Otorita IKN atau bahkan ada di dalam, tidak menjadi penonton dalam proses pembangunan IKN,” kata Bambang dalam siaran persnya.
Menurut Bambang, IKN ini adalah world class city for all atau sebuah kota berkelas dunia untuk semua, sehingga semua masyarakat di kawasan IKN diharapkan dapat berpartisipasi melalui peningkatan kompetensi. “Yang kurang sedikit skill-nya bisa disebut upskilling atau bahkan reskilling. Kita berikan pelatihan-pelatihan, sehingga ibu-bapak mampu untuk bersama-sama membangun dengan sebaik-baiknya untuk kota kita yang tercinta ini,” ujar Bambang.
Oleh karenanya Bambang mengimbau perbankan dan semua lembaga finansial untuk membantu mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di IKN. Senada dengan Bambang, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan, semua masyarakat di sekitar IKN adalah aktor utama pembangunan IKN Nusantara.
“Kemenaker ingin meneguhkan komitmen pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan masyarakat di sekitar IKN bukan jadi penonton, tapi menjadi aktor utama dalam pembangunan Ibu Kota Negara,” kata Ida.
Dalam hal ini, Kemenaker mendukung penyiapan tenaga kerja di IKN melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Samarinda dan 5 balai besar pelatihan vokasi yang ada di Indonesia, yaitu Balai Besar di Bekasi, Medan, Semarang, Serang, dan Bandung. Selain itu, Kemenaker juga menyiapkan penyiapan anjungan siap kerja, pelaksanaan program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan, dan inisiasi pembentukan tim koordinasi daerah vokasi IKN Nusantara untuk mendukung penyiapan tenaga kerja kompeten.
Dalam pelatihan tahap dua ini, terdapat 9 Paket PBK dengan total peserta sebanyak 144 orang. Pelatihan tahap 1 sudah dilakukan 4-27 Juli 2022 di Kecamatan Sepaku, Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur. Adapun jenis pelatihan kali ini antara lain program pelatihan pengecatan, pelatihan barista, pelatihan pembuatan roti dan kue, pelatihan hidroponik. Pelatihan menjahit pakaian wanita dewasa, sablon/ digital printing, pembuatan batik tulis, operator excavator, dan dump truck.
Sumber : Kompas.com | Editor : Suarno
