NSI.com, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman bersama politikus PDIP Arteria Dahlan dan politikus Golkar Supriansa, menemui Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy.ari, guna membahas sistem pencoblosan pada Pemilu 2024, apakah tetap menggunakan sistem proporsional terbuka atau sistem proporsional tertutup. Pertemuan yang dipublis melalui gambar di akun instagram pribadinya @habiburokhmanjkttimur, yang diunggah pada Selasa (10/1), berlangsung disebuah ruangan. “Bersama bro @arteriadahlan, @supriansasuper, Ketua KPU, diskusi soal sidang MK terkait UU Pemilu sistem proporsional terbuka atau tertutup,” kata Habiburokhman.
Sejauh ini, PDIP menjadi satu-satunya fraksi di DPR yang bersikukuh mendorong sistem pemilu proporsional tertutup untuk coblos partai, dan bukan calon legislatif. Sedangkan, 8 dari 9 fraksi yang ada di parlemen membuat pernyataan sikap bersama, menyatakan menolak wacana penerapan sistem pemilu dengan sistem proporsional tertutup, yang perkaranya tengah diuji di Mahkamah Konstitusi (MK).
Sistem pemilu proporsional daftar tertutup berpeluang diterapkan pada pemilu mendatang, karena proses gugatannya masih berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK). Oleh karenanya, petinggi dari 8 partai telah menyatakan sikapnya, menolak sistem proporsional tertutup seraya menegaskan akan terus mengawal demokrasi Indonesia ke arah yang lebih maju. Merekapun mengingatkan, agar KPU bekerja sesuai undang-undang dan tetap independen. Delapan fraksi menilai sistem proporsional terbuka, yang sudah 3 periode diterapkan yakni 2009, 2014 dan 2019 dinilai bisa mendekatkan rakyat dengan calon wakilnya di parlemen.
Oleh karenanya, 8 partai politik di DPR yang telah menyatakan menolak proporsional tertutup yakni Golkar, Gerindra, Demokrat, PKB, PAN, NasDem, PPP, dan PKS,
mereka menyatakan rakyat sudah terbiasa berpartisipasi dalam demokrasi, melalui sistem pemilihan proporsional terbuka.
Sumber : CNN Indonesia | Editor : Redaksi NSI
