Nusantara Satu Info
Daerah PEMILU POLITIK

Target Partai Pendukung Ganjar 7 Bulan Sebelum Pilpres 2024

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama bakal calon presiden PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) saat menerima kedatangan Plt Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono (kanan) bersama jajaran di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/4/2023). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

NSI.com – PARTAI koalisi pendukung Ganjar Pranowo, yakni PPP, Hanura dan Partai Perindo menyakini elektabilitas bakal calon Presiden yang diusung Partai PDI Perjuangan, masih bisa lebih tinggi dari saat ini. Ditargetkan, 7 bulan sebelum Pilpres 2024 akan sangat menentukan dalam upaya meraih dukungan masyarakat. Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan, data hasil survei beberapa lembaga berbeda. Ada hasil survei yang menempatkan posisi Ganjar nomor satu, namun hasil survei lainnya menyebut Ganjar ada di posisi dua. “Sebagai sebuah data saintifik tentu kami perhatikan. Masih ada waktu tujuh bulan untuk terus meningkatkan elektabilitas Pak Ganjar,” kata Baidowi.

Awiek, sapaan Baidowi, menilai salah satu faktor yang bisa meningkatkan elektabilitas Ganjar adalah bakal calon wakil presiden. Dia berharap sosok bakal cawapres pendamping Ganjar bisa memberikan efek elektoral di Pilpres 2024. “Apalagi nanti ditentukan oleh figur cawapres yang diharapkan menopang kemenangan Pak Ganjar,” imbuh Awiek.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya terus membuka komunikasi pendekatan dengan partai-partai politik lain yang akan ikut bergabung mendukung Bacapres Ganjar Pranowo. Menurutnya, partai-partai politik yang akan bergabung bersama PDIP, masih meminta waktu setidaknya hingga akhir Juli dan Agustus.

“Terus komunikasi dilakukan, cuma ada partai kan ‘tolong saya dikasih waktu sampai akhir Juli’. Ada partai yang mengatakan ‘tolong saya dikasih waktu sampai pertengahan Agustus’. Sehingga berbagai pendekatan-pendekatan terus dilakukan,” kata Hasto dikutip dari keterangan tertulis, dikutip Minggu (9/7/2023).

Hasto lantas menceritakan soal pengalaman ketika mengusung Joko Widodo, sebagai calon presiden di Pilpres 2014, kala itu juga membutuhkan waktu yang agak lama dalam proses konsolidasi. “Sehingga berbagai pendekatan-pendekatan terus dilakukan karena pengalaman Pak Jokowi ketika memimpin pada tahun 2014 itu kan ada yang mengganjal sehingga konsolidasinya berjalan lambat perlu waktu 1.5 tahun,” ungkapnya, seraya menambahkan, “Kalau saat itu pak Jokowi tidak dihambat pada tahun-tahun pertama ketika beliau dipilih dan dipercaya oleh rakyat, itu tol Sumatera itu sudah terconnect,” sambungnya.

Hasto menyampaikan, partai-partai lain sudah memberi lampu hijau akan bergabung dengan PDIP mendukung Ganjar Pranowo. Hal itu bisa terlihat dari para ketua umum partai yang datang di acara peringatan puncak Bulan Bung Karno beberapa waktu lalu.

Sumber : Liputan6.com | Editor : Redaksi NSI

Related posts