NSI.com, JAKARTA – Dikabarkan, ada 9 investor baru akan menanamkan investasinya dengan membangun fasilitas olehraga, kantor hingga hotel, di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Penandatanganan perikatan akan dilaksanakan pada akhir Mei atau/atau paling lambat awal Juni 2023. Hal tersebut dikemukakan Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN (OIKN) Agung Wicaksono, bahwa dari 9 investor itu, ada 5 sektor infrastruktur yang bakal dibangun pada tahap ini.
Secara rinci, untuk sektor hiburan dan olahraga, akan dibangun fasilitas olahraga seluas 34,5 hektar di kawasan 1B dan mixed-use di 1A seluas 7,3 hektar. Lalu ada fasilitas kantor dengan 2 gedung perkantoran berlokasi di kawasan 1A seluas 17 hektar. Kemudian ada sektor kesehatan dengan 2 rumah sakit di kawasan 1B seluas 2,2 hektar dan di 1A seluas 1 hektar.
Selanjutnya sektor pendidikan yakni sekolah di kawasan 1A seluas 1,2 hektar, serta fasilitas perhotelan dengan dua hotel di kawasan 1A seluas 1,3 hektar. Kendati demikian, proses tanda tangan perikatan masih belum bisa dilakukan, karena menunggu kesiapan tanah, agar clean and clear. “Itu (9 investor) sudah masuk, tinggal tanda tangan, tapi nunggu tanah. Jadi kuncinya itu,” jelas Agung dalam acara Membedah Peluang Investasi di IKN, di Jakarta, Selasa (23/5/2023).
Agung lebih lanjut memaparkan, ada sejumlah proses yang harus dilalui dalam menyiapkan lahan, mulai dari pelepasan kawasan hutan, penetapan aset dalam penguasaan (ADP) hingga penerbitan Hak Pengelolaan Lahan (HPL). “Kalau sudah clean and clear, maka akan ada serah terima ke OIKN,” imbuh Agung, seraya menandaskan, itargetnya proses tanda tangan perikatan dilaksanakan pada akhir Mei atau awal Juni 2023. Perkiraan total nilai investasi masih belum bisa disebutkan, namun didominasi oleh investor dalam negeri.
Sumber : Kompas.com | Editor : Redaksi NSI
