NSI.com – ARSIPARIS Ahli Muda Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Astoto Nugroho, terpilih menjadi Arsiparis Teladan tahun 2023. Penobatan tersebut diberikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya pada 6 Maret 2023 lalu, sebagai bentuk penghargaan kepada para Arsiparis Teladan I KLHK Tahun 2023 Kategori Keahlian. Oleh karenanya, Astoto mengaku siap mendukung tata kelola kearsipan di IKN Nusantara.
Sebagimana dilansir dari laman, dpp.lddi, disebutkan bahwa Astoto yang bekerja pada Unit Pelaksana Teknis Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan (BBPSIK) Yogyakarta, menginisiasi metode rencana kerja kontrol pada kegiatan kearsipan, dengan mengangkat tema “Mewujudkan rencana kerja kontrol dari simpul terkecil, untuk menyukseskan transformasi digital dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara,” kata Astoto.
Sebagaimana diketahui, di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terdapat 13 jabatan pada eselon I, dan 86 eselon II serta lebih dari 100 unit pelaksana teknis, yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua sehingga perlu rencana, kerja dan kontrol yang terintegrasi dengan jaringan informasi. “Dengan banyaknya unit kerja yang ada di KLHK harus ada metode rencana, kerja, kontrol dari lini paling bawah sebagai simpul terkecil jaringan informasi kearsipan nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Astoto, BBPSIK Yogyakarta telah menerapkan metode rencana kerja kontrol, dalam kegiatan kearsipan yang membuahkan kinerja kearsipan kategori AA (sangat memuaskan) dalam audit internal KLHK pada tahun 2022. Metode tersebut diikuti beberapa unit pelaksana teknis bahkan oleh biro perencanaan KLHK. “Fokus metode ini, menyederhanakan teori manajemen, agar lebih mudah diaplikasikan di lapangan, sekecil apapun kegiatan kearsipan harus direncanakan dengan matang, dikerjakan sungguh-sungguh, dan dikontrol secara terukur. Adapun output dari metode rencana kerja kontrol berupa penataan arsip, penyusutan arsip dan alih media arsip,” jelasnya.
Menurut Astoto, penataan arsip yang terencana dari awal kegiatan dan terkontrol sampai akhir kegiatan, akan menjamin terwujudnya pengelolaan arsip yang baik, dengan demikian transformasi digital akan lebih mudah terwujud, dan pembangunan IKN Nusantara akan semakin cepat. Astoto berujar, tiada kehidupan tanpa catatan sejarah, tiada fungsi suatu organisasi tanpa bukti kinerja, tiada kinerja tanpa bukti arsip tercipta. Arsip akan menjadi sumber data, maka wajib ada Rencana-Kerja-Kontrol dalam proses penciptaannya.
“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memiliki banyak arsip sebagai sumber data, dengan rencana yang matang kinerja yang nyata, dan kontrol yang terukur, maka KLHK akan siap mewujudkan transformasi digital dan pembangunan IKN,” pungkasnya.
Sumber : DPP LDII | Editor : Redaksi NSI
