NSI.com, JAKARTA – Wakil Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Dhony Rahajoe mengungkapkan ada 11 sektor diprioritaskan akan dibangun di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara, yang terletak di Kalimantan Timur itu. Adapun ke-11 sektor prioritas tersebut, diantaranya perkantoran, perumahan, sarana kesehatan, sarana pendidikan, pusat belanja kebutuhan sehari-hari, lifestyle/leisure spaces, pengelolaan air minum, green energy, e-mobility, dan Information and communication technologies (ICT).
“Ini adalah sektor-sektor prioritas yang dibutuhkan untuk dibangun di kawasan inti pusat pemerintahan IKN Nusantara. Tujuannya untuk pengembangan ekosistem kota yang pada tahun 2024 bisa dihuni,” kata Dhony saat dihubungi Jumat (30/9) lalu.
Lebih lanjut Dhony menambahkan, pembangunan IKN Nusantara menjadi magnet investasi baru di Indonesia, diprediksi bakal menjadi hub baru perekonomian Indonesia.
Seperti diketahui, komposisi pembiayaan proyek pembangunan IKN, 20 persen bersumber dari APBN, sedangkan 80 persen sisanya pendanaan bersumber dari swasta, termasuk Invetasi langsung untuk pembangunan pengembangan kotanya.
Menurut Dhony, pembangunan IKN telah menarik perhatian investor, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal itu, terlihat dari banyaknya surat pernyataan minat berinvestasi yang diterima Badan Otorita IKN. “Sudah banyak yang melayangkan surat minat berinvestasi baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Dhony.
Meski demikian, sambung Dhony, Badan Otoritas IKN belum bisa membeberkan siapa dan dari mana saja investor tersebut. Pasalnya, memang baru sebatas pelayangan surat dan belum bisa diberitahukan detail angkanya.
“Karena surat-surat minat ini sedang kami proses, belum bisa saya share,” ungkap Dhony.
Dihubungi terpisah, Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, para pengembang sudah siap mendukung pembangunan IKN Nusantara. Bahkan Totok bersama 10 pengembang besar dan kecil di dalam negeri, sudah sempat menerima undangan dari Kementerian PPN/Bappenas terkait sektor yang perlu digarap lebih dulu.
“Pengembang besar dan kecil minat, kita akan seimbangkan mereka, kasih kesempatan mereka di sini kita ada kebanggaan untuk pembangunan ibu kota baru,” kata Totok.
Sumber : SINDOnews.com | Editor : Redaksi NSI
