Nusantara Satu Info
IKN NUSANTARA Nasional

Delegasi Jepang Tinjau Pembangunan IKN Nusantara

Foto: Penampakan udara lokasi pembangunan IKN Nusantara. (REUTERS/WILLY KURNIAWAN)
Bagikan :

NSI.com, JAKARTA – Delegasi dari Jepang menyatakan siap mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Hal itu diutarakan saat mereka meninjau langsung progres pembangunan IKN, pada Sabtu (1/4) lalu. Delegasi dari Jepang dipimpin Advisor, The Building Center of Japan Senior Advisor, Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Dr Hiroto Izumi.

Rombongan mengunjungi sejumlah tempat pembangunan di ibu kota baru. Salah satunya melihat pembangunan infrastruktur untuk pemenuhan kebutuhan air baku di IKN yakni Bendungan Sepaku Semoi. “Kami siap mendukung pembangunan IKN untuk dapat selesai dengan cepat. Great job,” kata Hiroto Izumi dalam keterangan tertulis, Minggu (2/4/2023).

Para delegasi Jepang juga melihat lokasi titik nol IKN hingga tempat pembangunan Istana Negara. Selain itu progres rumah susun Hunian Pekerja Konstruksi dan Jalan Sumbu Kebangsaan sisi Barat sepanjang 2,99 km. Sementara Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti mengatakan, kebutuhan air baku Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara diperkirakan sekitar 900 liter/detik.
“Untuk tahap awal akan dibangun Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang diambil dari Bendungan Sepaku Semoi berkapasitas 350 liter/detik dan juga WTP Intake Sungai Sepaku sebesar 300 liter/detik,” ungkap Diana.

Lanjut dikemukakan Diana, WTP/IPA tersebut akan dilengkapi dengan jaringan perpipaan dengan panjang sekitar 20 km ke KIPP IKN dan juga bangunan tampungan air (resevoar). “Pembangunan sistem penyediaan air baku ini akan didukung dengan teknologi yang lebih bagus dari teknologi air minum yang saat ini ada di Indonesia,” paparnya.

Related posts

CorsicanDutchEnglishFilipinoFrenchGermanIndonesianItalianKoreanRussianSpanishThai
Hubungi Redaksi NSI